Jakarta – Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP) mencatatkan nilai transaksi sebesar Rp 56,68 miliar sepanjang tahun 2026 hingga Selasa (14/7/2026), dengan komoditas pupuk pertanian mendominasi aktivitas perdagangan di tingkat perdesaan.
Dilansir dari laman resmi Sistem Informasi Manajemen Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (Simkopdes), volume transaksi koperasi tersebut telah mencapai 53.767 unit aktivitas bisnis.
Struktur permodalan koperasi saat ini ditopang oleh simpanan pokok sebesar Rp 41,53 miliar dan simpanan wajib yang mencapai Rp 10,40 miliar.
Produk Pupuk NPK Phonska menjadi penyumbang nilai transaksi terbesar dengan volume 8.178.733 dan nilai ekonomi mencapai Rp 15,09 miliar.
Posisi kedua diduduki oleh Pupuk Urea N 46% dengan volume 6.206.984 yang menghasilkan nilai transaksi sekitar Rp 11,27 miliar.
Kategori barang lainnya menempati urutan ketiga dalam daftar nilai transaksi terbesar dengan angka mencapai Rp 7,93 miliar.
Selain sarana produksi pertanian, koperasi juga memfasilitasi perdagangan kebutuhan pokok masyarakat seperti minyak goreng, beras, gas LPG, hingga gula.
Data dari Simkopdes merinci bahwa Minyak Goreng Bimoli 2L berkontribusi sebesar Rp 3,63 miliar, disusul oleh Beras Medium SPHP 5 Kg dengan nilai Rp 2,45 miliar.
Komoditas beras lainnya mencatat nilai transaksi Rp 1,14 miliar, sementara Sunco Minyak Goreng Pouch 2L mencapai Rp 505,99 juta.
Kebutuhan rumah tangga seperti Gas LPG 3 Kg mencatatkan nilai Rp 480,52 juta, Gula KTM 1 Kg sebesar Rp 284,78 juta, dan Filter Surya Merah 12 senilai Rp 272,84 juta.
Pengembangan infrastruktur koperasi turut menjadi fokus utama dengan total 38.053 lahan yang diajukan untuk pembangunan gerai.
Sebanyak 35.870 lahan telah terverifikasi sebagai lokasi pembangunan gerai koperasi di seluruh wilayah operasional.
Dari jumlah tersebut, 15.926 gerai telah mencapai progres penyelesaian pembangunan 100 persen.
Sebanyak 19.458 gerai masih berada dalam tahap pengerjaan konstruksi di lapangan.
Terdapat 486 gerai yang telah terverifikasi namun belum memulai tahapan pembangunan fisik.
Sebanyak 2.183 lokasi lahan lainnya saat ini masih dalam status menunggu proses verifikasi lebih lanjut.
Pemerintah melalui Kementerian Koperasi sebelumnya menyatakan bahwa KDMP akan difungsikan sebagai penyalur utama bagi berbagai produk subsidi nasional.
Rencana strategis koperasi juga mencakup pengelolaan pabrik Crude Palm Oil (CPO) serta pemanfaatan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) yang dijadwalkan beroperasi penuh mulai Agustus mendatang.
Kementerian Koperasi juga telah mengajukan penambahan anggaran sebesar Rp 1,3 triliun untuk memperkuat ekosistem Koperasi Merah Putih pada tahun 2027.







