BeritaPemerintahan

Tito Karnavian Pastikan Pembangunan Jembatan Enang-Enang Aceh Segera Dimulai

18
×

Tito Karnavian Pastikan Pembangunan Jembatan Enang-Enang Aceh Segera Dimulai

Sebarkan artikel ini

Jakarta – Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (Satgas PRR) memastikan pembangunan infrastruktur di Kabupaten Bener Meriah, Aceh, segera dimulai setelah menengahi konflik penanganan Jembatan Enang-Enang.

Kepastian ini diperoleh setelah Satgas PRR mendamaikan perbedaan pendapat antara masyarakat setempat dengan Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Aceh.

Ketua Satgas PRR, Muhammad Tito Karnavian, telah meninjau langsung lokasi di Kampung Arul Cincin, Kecamatan Pintu Rime Gayo, pada Selasa (7/7/2026).

Langkah tersebut bertujuan menyelaraskan aspek keselamatan warga dengan kebutuhan mobilitas ekonomi di wilayah tersebut.

Ketegangan sebelumnya dipicu kondisi Jembatan Enang-Enang yang dianggap membahayakan akibat struktur miring dan tanah sisi jembatan yang amblas sedalam tiga meter.

BPJN Aceh sempat mengusulkan penutupan total akses tersebut untuk mencegah kecelakaan fatal bagi pengguna jalan.

Namun, usulan tersebut ditolak warga karena jalur alternatif yang tersedia dinilai terlalu jauh dan akan membebani biaya logistik harian.

Tito menjelaskan bahwa pihak Balai PU memiliki kekhawatiran tinggi terhadap risiko tanah yang sangat labil di lokasi tersebut.

Di sisi lain, masyarakat telah berinisiatif memperkuat akses yang amblas secara mandiri agar kendaraan tetap bisa melintas.

Pemerintah akhirnya menetapkan skema penanganan bertahap sebagai solusi jalan tengah bagi kedua belah pihak.

Dalam jangka pendek, struktur jembatan akan diperkuat untuk mengakomodasi pejalan kaki, kendaraan roda dua, dan roda empat secara terbatas.

Pemerintah secara tegas menerapkan kebijakan pelarangan melintas bagi kendaraan berat seperti truk pada jalur tersebut.

Sebagai solusi permanen, pemerintah berkomitmen membangun jembatan baru di sekitar lokasi.

Pemerintah juga akan melakukan pelebaran jalan alternatif di Simpang Wer Lah dari empat meter menjadi enam meter serta membangun jembatan permanen untuk kendaraan besar.

Kementerian Pekerjaan Umum menargetkan seluruh pekerjaan fisik mulai berjalan pada Juli 2026.

Satgas PRR berjanji akan mengawal setiap tahapan pembangunan agar rampung tepat waktu demi memulihkan aktivitas ekonomi di Bener Meriah.