Berita

Bos Instagram Sebut Konten AI Justru Bikin Kreator Manusia Lebih Bernilai

31
×

Bos Instagram Sebut Konten AI Justru Bikin Kreator Manusia Lebih Bernilai

Sebarkan artikel ini
digempur-konten-ai,-bos-instagram-ungkap-nasib-konten-kreator-manusia
digempur konten ai, bos instagram ungkap nasib konten kreator manusia

Jakarta – Kepala Instagram, Adam Mosseri, meyakini lonjakan konten berbasis kecerdasan buatan (AI) justru akan meningkatkan nilai kreativitas dan autentisitas kreator manusia di media sosial.

Pernyataan ini menanggapi kekhawatiran industri kreatif terhadap dominasi konten sintetis yang berkembang pesat di ruang digital.

“Di dunia yang dibanjiri konten sintetis, saya justru berpikir orang akan makin mencari kreativitas, autentisitas, dan sosok manusia,” ujar Mosseri dalam sebuah siniar, Kamis (9/7).

Mosseri menegaskan, Instagram sejak awal memposisikan diri sebagai platform yang mengedepankan sosok kreator, sudut pandang, serta alasan di balik sebuah karya.

Kedekatan personal antara kreator dan pengikut menjadi faktor krusial saat konten buatan mesin membanjiri jagat maya.

Industri kini tengah bergulat dengan kehadiran influencer berbasis AI, model virtual, hingga video sintetis.

Banyak kreator khawatir teknologi tersebut mengancam lahan pekerjaan mereka, terutama karena merek mulai melirik sosok digital yang dinilai lebih efisien.

Sosok digital dianggap unggul karena tidak membutuhkan gaji, masa cuti, maupun waktu istirahat.

Namun, Mosseri menilai gambar hasil olahan AI yang terlalu sempurna justru cenderung membosankan dan kurang bernilai bagi audiens.

Instagram tidak berencana melakukan pelarangan atau penyaringan ketat terhadap konten berbasis AI.

“Kami tidak perlu menyaring konten AI, cukup memberi tahu pengguna apakah suatu konten dibuat oleh AI atau tidak,” tambahnya.

Mosseri menekankan bahwa penilaian kualitas konten harus kembali kepada sosok di balik karya, bukan sekadar alat yang digunakan dalam proses produksi.

Instagram berkomitmen meningkatkan kemampuan platform dalam mengidentifikasi konten AI guna menjaga ekosistem tetap sehat.

Ia optimistis keunggulan jangka panjang platformnya terletak pada kemampuan menghubungkan sesama manusia secara autentik.