Ecozone

Vietnam dan Filipina Masuk Pendapatan Menengah Atas, Siap Salip Indonesia?

29
×

Vietnam dan Filipina Masuk Pendapatan Menengah Atas, Siap Salip Indonesia?

Sebarkan artikel ini
7536ca5b65cc9f496c7485508a12c34f.jpg
7536ca5b65cc9f496c7485508a12c34f.jpg

Vietnam dan Filipina resmi naik kelas menjadi negara berpendapatan menengah atas berdasarkan klasifikasi terbaru Bank Dunia yang dirilis pada Senin (6/7/2026), bergabung dengan Malaysia, Thailand, dan Indonesia dalam kategori ekonomi tersebut di kawasan Asia Tenggara.

Dilansir dari laporan resmi Bank Dunia, penetapan klasifikasi ini didasarkan pada perhitungan Pendapatan Nasional Bruto (GNI) tahun 2025 dengan ambang batas untuk kategori menengah atas berada pada rentang US$4.636 hingga US$14.375 per kapita.

Vietnam mencatatkan pertumbuhan GNI sebesar 10,7% dari US$4.490 pada 2024 menjadi US$4.970 per kapita yang didorong oleh lonjakan kinerja ekspor.

Bank Dunia mencatat bahwa Vietnam mengalami pertumbuhan ekspor lebih dari 15% dalam dua tahun terakhir dengan rata-rata pertumbuhan GNI mencapai 10% per tahun selama periode 2021 hingga 2025.

Filipina turut mencatatkan kenaikan GNI sebesar 8,5% secara tahunan dari US$4.470 menjadi US$4.850 per kapita pada 2025.

Peningkatan capaian ekonomi Filipina dipicu oleh pertumbuhan merata pada seluruh sektor industri yang mendorong rata-rata Produk Domestik Bruto (PDB) sebesar 5,8% selama lima tahun terakhir.

Ekonom Indef, M Rizal Taufikurahman, menilai perubahan status kedua negara tersebut akan mengubah peta persaingan ekonomi di kawasan Asia Tenggara secara signifikan.

“Artinya ASEAN tidak lagi hanya bersaing sebagai kawasan upah murah, tetapi mulai masuk kompetisi produktivitas, industrialisasi, ekspor, dan kualitas SDM,” kata Rizal.

Menurut Rizal, dinamika ini memberikan tantangan sekaligus peluang bagi Indonesia dalam menarik investasi asing melalui kolaborasi basis produksi yang lebih terintegrasi.

Indonesia sendiri mencatatkan GNI sebesar US$5.120 per kapita pada 2025 dengan pertumbuhan mencapai 4,1% secara tahunan.

Posisi Indonesia sebagai negara berpendapatan menengah atas telah dipertahankan sejak 2023 setelah sebelumnya sempat turun kelas akibat tekanan ekonomi selama pandemi pada rentang 2020 hingga 2022.

Klasifikasi Bank Dunia ini memberikan gambaran mengenai pergeseran kekuatan ekonomi regional yang kini lebih berfokus pada efisiensi industri dan daya saing sumber daya manusia.

Pertumbuhan ekonomi yang ditunjukkan oleh Vietnam dan Filipina menjadi indikator bahwa negara-negara di kawasan ini mulai berhasil melakukan transformasi ekonomi melalui diversifikasi sektor industri.

Pemerintah di masing-masing negara kini dihadapkan pada tuntutan untuk menjaga stabilitas makroekonomi agar tetap berada dalam ambang batas yang ditetapkan oleh lembaga keuangan internasional tersebut.

Integrasi ekonomi yang lebih erat di kawasan Asia Tenggara diprediksi akan terus berkembang seiring dengan meningkatnya status ekonomi negara-negara anggotanya.