Ecozone

IHSG Menguat 0,67%, Saham ARTO dan BFIN Melonjak Pasca Kabar Merger

18
×

IHSG Menguat 0,67%, Saham ARTO dan BFIN Melonjak Pasca Kabar Merger

Sebarkan artikel ini
29f3f71004a5ac70c2f94a13865b8321.jpg
29f3f71004a5ac70c2f94a13865b8321.jpg

Jakarta, Fenesia.com – Isu rencana penggabungan usaha atau merger antara PT Bank Jago Tbk (ARTO) dan PT BFI Finance Indonesia Tbk (BFIN) memicu volatilitas tajam pada pergerakan harga saham kedua emiten tersebut di Bursa Efek Indonesia (BEI).

Sentimen pasar yang positif terhadap kabar strategis ini menjadi katalis utama yang mendorong Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali ke zona hijau dengan penguatan 0,67 persen ke level 5.912 pada perdagangan Kamis (9/7).

Saham ARTO tercatat mengalami lonjakan signifikan sebesar 18,33 persen hingga menyentuh level harga Rp 1.200 per lembar saham.

Kenaikan serupa juga dialami oleh saham BFI Finance yang menguat 6,62 persen ke posisi Rp 805 per lembar.

Laporan Bloomberg yang mengutip sumber anonim menyebutkan bahwa kelompok investor yang dipimpin taipan Indonesia Jerry Ng saat ini sedang mengevaluasi berbagai opsi strategis terkait kepemilikan mereka di kedua perusahaan tersebut.

Proses kajian ini disebut-sebut melibatkan Goldman Sachs sebagai pihak yang mendampingi para investor dalam merancang langkah korporasi ke depan.

Salah satu opsi yang mencuat dalam kajian tersebut adalah potensi penggabungan entitas antara ARTO dan BFIN.

Apabila rencana merger tersebut benar-benar terealisasi, entitas gabungan yang dihasilkan diproyeksikan memiliki kapitalisasi pasar mencapai US$ 1,4 miliar atau setara dengan Rp 25 triliun.

Selain opsi merger, terdapat pula indikasi ketertarikan dari sejumlah lembaga keuangan asing yang ingin melakukan ekspansi bisnis di pasar Indonesia melalui kedua perusahaan tersebut.

Namun, pihak ARTO secara resmi menegaskan sikapnya terkait spekulasi yang berkembang di pasar modal.

“Perseroan juga mengaku tidak memiliki informasi mengenai rencana merger dengan BFIN maupun pendekatan dari investor atau institusi keuangan asing,” ujar manajemen ARTO dalam keterangan resminya.

Ia menambahkan, perusahaan tidak akan memberikan komentar lebih lanjut mengenai berbagai spekulasi yang beredar saat ini.

Di luar isu merger tersebut, aktivitas perdagangan di BEI terpantau cukup aktif dengan nilai transaksi mencapai Rp 12,08 triliun.

Volume perdagangan tercatat berada di level 27,11 miliar saham dengan frekuensi transaksi sebanyak 2,24 juta kali.

Kapitalisasi pasar IHSG tercatat mencapai angka Rp 10.351 triliun pada penutupan perdagangan sore hari.

Sebanyak 317 saham ditutup menguat, sementara 275 saham lainnya mengalami koreksi dan 190 saham berada dalam posisi stagnan.

Dari sebelas sektor yang terdaftar di bursa, delapan di antaranya berhasil mencatatkan kinerja positif di zona hijau.

Sektor bahan baku mencatatkan kenaikan paling impresif sebesar 2,10 persen.

Penguatan sektor ini salah satunya didorong oleh kenaikan harga saham PT Barito Pacific Tbk (BRPT) sebesar 6,67 persen ke level Rp 1.600.

Tren penguatan ini sejalan dengan dinamika bursa saham Asia yang mayoritas ditutup menguat, meskipun indeks Hang Seng harus terkoreksi 0,70 persen.

Indeks Shanghai Composite naik 1,65 persen, Straits Times menguat 1,20 persen, dan Nikkei terangkat 1,38 persen.

Daftar saham top gainers hari ini dipimpin oleh ARTO dengan kenaikan 18,33 persen, disusul PT Darma Henwa Tbk (DEWA) yang naik 11,41 persen ke Rp 332, serta PT Rukun Raharja Tbk (RAJA) yang melesat 10,97 persen ke Rp 4.330.

Sementara itu, deretan saham top losers diisi oleh PT Lima Dua Lima Tiga Tbk (LUCY) yang turun 9,81 persen ke Rp 478, PT RMK Energy Tbk (RMKE) melemah 5,41 persen ke Rp 2.100, dan PT Ciputra Development Tbk (CTRA) terkoreksi 2,75 persen ke Rp 530.