News

Menilik Anggaran Pengadaan Rudal BrahMos Indonesia dari India

17
×

Menilik Anggaran Pengadaan Rudal BrahMos Indonesia dari India

Sebarkan artikel ini
5f542eeb6ddc16527091694764f76697.jpg
5f542eeb6ddc16527091694764f76697.jpg

Jakarta, Fenesia.com – Kementerian Keuangan memastikan bahwa pengadaan sistem rudal supersonik BrahMos asal India tidak akan membebani anggaran negara secara berlebihan karena telah masuk dalam pos belanja pertahanan yang tersedia.

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan bahwa pagu anggaran yang dimiliki oleh Kementerian Pertahanan saat ini dinilai memadai untuk menutupi nilai kontrak pengadaan alutsista strategis tersebut.

“Saya pikir mereka akan mengalihkan dari situ untuk belanjanya. Saya tidak tahu nanti saya tanyakan ke Kementerian Pertahanan, tapi anggaran Kementerian Pertahanan cukup besar. Seharusnya cukup,” kata Purbaya dikutip dari Fenesia.com pada Rabu (8/7).

Optimisme fiskal ini muncul setelah Indonesia dan India secara resmi menandatangani 16 dokumen kerja sama strategis dalam kunjungan kenegaraan Perdana Menteri Narendra Modi ke Jakarta pada Selasa (7/7).

Kontrak pengadaan rudal BrahMos menjadi salah satu poin krusial dalam nota kesepahaman antara pihak BrahMos Aerospace dengan Kementerian Pertahanan Republik Indonesia.

Presiden Prabowo Subianto dalam kesempatan tersebut menekankan pentingnya sinergi antara kedua negara dalam merespons dinamika keamanan kawasan.

Ia menyebutkan bahwa kerja sama ini mencakup spektrum yang luas, mulai dari manajemen bencana hingga pengembangan teknologi pertahanan mutakhir.

“Seiring dengan meningkatnya tantangan isu keamanan lintas negara, kami berkomitmen untuk memperdalam kerja sama pengembangan kapasitas di bidang teknologi baru, penanggulangan kejahatan lintas negara, serta pengembangan infrastruktur digital,” kata Prabowo.

Langkah ini dipandang sebagai upaya nyata Indonesia dalam mengamankan kedaulatan maritim melalui modernisasi sistem persenjataan yang lebih adaptif.

Perdana Menteri Narendra Modi turut memberikan apresiasi atas penguatan kepercayaan strategis yang terjalin antara Jakarta dan New Delhi.

“Hari ini, kami sepakat untuk meningkatkan kerja sama dalam pertukaran bidang pertahanan, manajemen bencana, dan kerja sama bidang industri,” ujar Modi.

Juru Bicara Kementerian Pertahanan RI Rico Ricardo Sirait menjelaskan bahwa akuisisi teknologi rudal ini difokuskan pada penguatan sektor pertahanan pantai nasional.

Ia menegaskan bahwa langkah ini merupakan agenda prioritas dalam kerangka modernisasi alutsista yang tengah dijalankan oleh kementerian.

“Ini merupakan bagian dari upaya kami untuk memodernisasi persenjataan kami, terutama dalam memperkuat pertahanan pantai kami,” kata Rico.

Pihaknya menambahkan bahwa kerja sama ini juga berfungsi sebagai instrumen untuk meningkatkan kemampuan deteksi dan pencegahan ancaman di wilayah perairan Indonesia.

Berdasarkan data yang dihimpun, nilai kontrak pengadaan sistem rudal BrahMos ini ditaksir mencapai US$ 450 juta atau sekitar Rp 7,6 triliun.

Kehadiran rudal BrahMos diproyeksikan akan mengubah peta kekuatan maritim di kawasan Asia Tenggara secara signifikan.

Sistem rudal ini memiliki keunggulan teknis berupa kecepatan supersonik yang mampu mencapai Mach 2,8 hingga 3.

Fleksibilitas sistem peluncuran rudal ini memungkinkan integrasi pada berbagai platform, baik melalui kapal perang, kapal selam, maupun unit peluncur berbasis darat.

Investasi pertahanan ini sekaligus menegaskan posisi Indonesia dalam menjalin kemitraan strategis multi-poros di bidang teknologi militer.