BeritaPemerintahan

Komdigi Sebut Verifikasi Wajah Registrasi Kartu SIM Capai Keberhasilan 83 Persen

20
×

Komdigi Sebut Verifikasi Wajah Registrasi Kartu SIM Capai Keberhasilan 83 Persen

Sebarkan artikel ini
komdigi:-tingkat-kesuksesan-registrasi-biometrik-tembus-83-persen
komdigi: tingkat kesuksesan registrasi biometrik tembus 83 persen

Jakarta – Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) melaporkan bahwa tingkat keberhasilan verifikasi wajah dalam proses registrasi kartu SIM telah mencapai 83 persen. Kebijakan penggunaan biometrik ini sendiri telah diberlakukan secara penuh sejak 1 Juli 2026.

Data tersebut disampaikan oleh Direktur Pengendalian Ekosistem Digital Komdigi, Dany Suwardany, di Jakarta pada Selasa (7/7).

Menurutnya, angka 83 persen merupakan tingkat keberhasilan biometrik yang tercatat sejauh ini.

Sementara itu, terdapat 17 persen tingkat kegagalan dalam proses verifikasi tersebut. Dany menjelaskan, mayoritas kegagalan terjadi karena adanya upaya pendaftaran menggunakan swafoto yang tidak sesuai dengan pemilik asli, sehingga sistem secara otomatis melakukan penolakan.

Ia menambahkan, sistem ini mampu meningkatkan kemampuan pelacakan identitas.

Menurutnya, melalui verifikasi biometrik, identitas asli dari pihak-pihak yang berniat melakukan tindak kejahatan dapat terungkap dengan lebih mudah.

Dany memaparkan bahwa antusiasme masyarakat dalam memanfaatkan fitur verifikasi wajah terus menunjukkan tren positif. Hingga 5 Juli 2026, rata-rata registrasi biometrik harian pada tiga operator seluler tercatat mencapai 201.421 pengguna.

Secara kumulatif, sebanyak 4,9 juta pelanggan telah melakukan registrasi SIM menggunakan verifikasi wajah sejak kebijakan tersebut dijalankan pada periode Januari hingga 5 Juni 2026. Ia menilai tren ini menjadi indikator positif bagi peningkatan akurasi validasi data pelanggan.

Kebijakan ini juga dipandang efektif dalam mempersempit ruang penyalahgunaan data kependudukan untuk registrasi kartu SIM. Efektivitas tersebut terlihat dari penurunan drastis jumlah permintaan verifikasi data ke Dukcapil sejak aturan diberlakukan.

Sebelum penerapan biometrik, rata-rata permintaan pencocokan data untuk registrasi nomor baru ke Dukcapil mencapai satu juta kali per hari bagi tiga operator seluler besar. Penurunan mulai terlihat setelah Komdigi menerbitkan Peraturan Menteri Komunikasi dan Digital Nomor 7 Tahun 2026 yang mengatur registrasi SIM prabayar dengan biometrik.

Aturan tersebut sempat melewati masa transisi selama enam bulan sejak Januari 2026. Memasuki Februari 2026, rata-rata permintaan verifikasi ke Dukcapil Kemendagri menurun menjadi sekitar 700 ribu per hari, kemudian terus menyusut hingga 300 ribu per hari pada Juni 2026.

Penurunan semakin signifikan setelah kebijakan berlaku penuh pada 1 Juli 2026. Berdasarkan data per 5 Juli 2026, rata-rata permintaan registrasi nomor baru ke Dukcapil hanya tersisa sekitar 6 ribu per hari.

Pihaknya mencatat per 5 Juli rata-rata permintaan tinggal sekitar 6 ribu. Meski mungkin masih terdapat celah, ia menegaskan angka tersebut sudah jauh berkurang dibanding sebelumnya.

Ia meyakini angka tersebut seharusnya akan mendekati nol karena seluruh celah telah ditutup sejak 1 Juli.

159abd505e68ba3fc381a6179a6d01f5.jpg
Berita

Ringkasan Berita: Neymar lebih dulu mengakhiri perjalanan Brasil usai kalah dari Norwegia pada babak 16 besar Sehari kemudian, Cristiano Ronaldo menyusul setelah Portugal disingkirkan Spanyol Dua legenda sepak bola itu sama-sama menutup kisah Piala Dunia tanpa trofi juara TRIBUNNEWS.COM – Dua hari beruntun menghadirkan kisah pilu di Piala Dunia 2026 setelah Neymar dan Cristiano Ronaldo sama-sama gagal mengantar negaranya melangkah ke perempat…