Ecozone

Menkeu Lantik Herman Saheruddin Jadi Dirjen SPSK Kemenkeu

16
×

Menkeu Lantik Herman Saheruddin Jadi Dirjen SPSK Kemenkeu

Sebarkan artikel ini
981c1eafa587486f78a3328ffbb56ac2.jpg
981c1eafa587486f78a3328ffbb56ac2.jpg

Jakarta, Fenesia.com – Kementerian Keuangan resmi melantik Herman Saheruddin sebagai Direktur Jenderal Stabilitas dan Pengembangan Sektor Keuangan (SPSK).

Pelantikan tersebut dipimpin langsung oleh Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa pada Rabu (1/7/2026).

Selain Herman, menteri juga melantik dua pejabat pimpinan tinggi madya lainnya.

Pejabat tersebut meliputi Sudarto yang menempati posisi Direktur Jenderal Anggaran.

Serta Evita Mantovani yang dilantik sebagai Direktur Jenderal Kekayaan Negara.

Penunjukan Herman Saheruddin sebagai pejabat definitif dilakukan setelah ia sebelumnya menjabat sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Dirjen SPSK.

Langkah ini mencerminkan strategi pemerintah dalam menempatkan figur teknokrat di posisi strategis.

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan bahwa jabatan ini merupakan amanah besar dari negara dan rakyat.

“Hari ini saya melantik tiga pejabat pimpinan tinggi madya pada posisi yang sangat strategis, yaitu Direktur Jenderal Kekayaan Negara, Direktur Jenderal Stabilitas dan Pengembangan Sektor Keuangan, dan Direktur Jenderal Anggaran,” ujar Purbaya, dikutip dari Tribunnews, Rabu (1/7/2026).

Purbaya mengingatkan seluruh pejabat yang baru dilantik untuk bekerja melampaui logika administratif semata.

Ia menekankan pentingnya bekerja dengan rasa tanggung jawab dan kepekaan terhadap kepentingan publik.

“Setiap rupiah uang negara harus benar-benar memberi manfaat bagi rakyat, mendukung program prioritas presiden, dan menjaga kepercayaan publik kepada pemerintah,” tambah Purbaya, dikutip dari Tribunnews, Rabu (1/7/2026).

Herman Saheruddin sendiri memiliki rekam jejak mumpuni di dunia keuangan.

Ia tercatat memiliki latar belakang pendidikan doktoral dari University of South Carolina, Amerika Serikat.

Disertasinya berfokus pada hubungan antara pinjaman bank, asuransi simpanan, dan deregulasi sektor perbankan.

Karier profesional Herman banyak ditempa di Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) sejak tahun 2010.

Ia pernah memegang berbagai tanggung jawab krusial, mulai dari staf manajemen risiko hingga Direktur Group Riset.

Pengalaman internasionalnya juga cukup luas melalui keterlibatan di International Association of Deposit Insurers (IADI).

Pada tahun 2024, Herman bahkan didaulat menjadi Ketua Research Technical Committee untuk kawasan Asia-Pasifik di IADI.

Pengalaman panjang ini menjadi modal utama dalam menghadapi tantangan ekonomi yang kian kompleks.

Pemerintah menaruh harapan besar pada Herman untuk menjaga stabilitas sistem keuangan nasional.

Apalagi, kebijakan sektor keuangan kini menghadapi ketidakpastian ekonomi global yang berlangsung cepat.

Transformasi digital dan perkembangan teknologi finansial juga menjadi fokus yang memerlukan mitigasi risiko cermat.

Posisi Dirjen SPSK diproyeksikan berperan krusial dalam menyusun kebijakan yang adaptif namun tetap kokoh.

“Jabatan yang saudara emban adalah kepercayaan yang sangat besar. Di balik setiap keputusan yang saudara ambil, ada dampak terhadap anggaran negara, aset negara, stabilitas ekonomi, dunia usaha, dan kehidupan masyarakat,” tegas Purbaya, dikutip dari Tribunnews, Rabu (1/7/2026).

Integrasi antara pengalaman riset dan kebijakan praktis diharapkan memperkuat resiliensi sektor keuangan Indonesia ke depan.