Ecozone

TikTok Buka Suara Terkait Kabar PHK Massal Karyawan Tokopedia

16
×

TikTok Buka Suara Terkait Kabar PHK Massal Karyawan Tokopedia

Sebarkan artikel ini
5f3c12e1f99057013c8d4b302ef5d148.jpg
5f3c12e1f99057013c8d4b302ef5d148.jpg

Jakarta, Fenesia.com – Gelombang pemutusan hubungan kerja (PHK) massal kembali menerpa sektor industri teknologi nasional pada awal Juli 2026.

Isu restrukturisasi besar-besaran ini mencuat setelah beredar luas di media sosial terkait pengurangan tenaga kerja di salah satu platform belanja daring terbesar di Indonesia.

Spekulasi yang berkembang liar mengklaim bahwa kebijakan efisiensi perusahaan tersebut berpotensi memangkas hingga 90 persen dari total jumlah karyawan.

Manajemen perusahaan akhirnya angkat bicara melalui keterangan tertulis pada Kamis, 2 Juli 2026, untuk meredam kekhawatiran publik.

Pihak manajemen secara tegas membantah kebenaran angka 90 persen yang ramai diperbincangkan warganet tersebut.

Dikutip dari CNBC, Kamis (2/7/2026), pihak manajemen menyatakan bahwa klaim mengenai persentase PHK tersebut masih berstatus sebagai rumor yang belum terbukti kebenarannya.

Kendati demikian, perusahaan tidak menampik bahwa saat ini sedang dilakukan proses penyesuaian organisasi yang menyasar divisi riset dan pengembangan (R&D).

Perusahaan berdalih bahwa penataan ulang ini diperlukan untuk mendukung pertumbuhan jangka panjang serta memperkuat ekosistem bagi para kreator dan penjual di platform mereka.

Manajemen mengakui bahwa keputusan ini merupakan langkah yang sulit dan saat ini fokus utama perusahaan adalah memberikan dukungan penuh kepada karyawan yang terdampak.

Hingga saat ini, perusahaan belum memberikan rincian lebih lanjut mengenai jadwal pelaksanaan restrukturisasi maupun divisi lain yang mungkin terdampak.

Berbeda dengan pernyataan resmi perusahaan, informasi dari sumber internal dan komunitas digital memberikan gambaran yang lebih signifikan terkait dampak nyata di lapangan.

Unggahan dari akun media sosial industri teknologi seperti @ecommurz menunjukkan bahwa kebijakan ini merembet ke berbagai departemen krusial lainnya.

Departemen yang terdampak mencakup divisi teknologi, Trust and Safety (TnS), hingga divisi keuangan.

Sumber internal mengungkapkan bahwa divisi teknologi menjadi unit yang paling terpukul oleh arus restrukturisasi ini.

Dalam gelombang terbaru, dilaporkan terdapat lebih dari 450 karyawan di unit teknologi yang harus dirumahkan.

Kondisi tersebut menyisakan hanya sekitar 35 orang dari total 1.100 pekerja yang sebelumnya ada pasca-akuisisi.

Secara keseluruhan, jumlah tenaga kerja yang tersisa dikabarkan hanya sekitar 10 persen dari total 2.500 karyawan saat masa awal transisi kepemilikan.

Dampak paling krusial dari perubahan ini adalah pergeseran kendali operasional digital yang kini sepenuhnya dikelola oleh tim ByteDance yang berbasis di China.

Meski terjadi perombakan struktur internal yang masif, perusahaan tetap menegaskan komitmen mereka untuk terus berinvestasi di pasar Indonesia.

Proses integrasi bisnis ini merupakan tindak lanjut dari aksi korporasi besar yang terjadi antara akhir 2023 hingga awal 2024.

Saat itu, ByteDance mengakuisisi 75,01 persen saham mayoritas dari GoTo menyusul regulasi pemerintah mengenai operasional fitur belanja di platform media sosial.

GoTo sendiri kini masih memegang 24,99 persen saham non-dilutif serta menerima imbalan jasa e-commerce dengan kenaikan nilai mencapai 32 persen secara tahunan.

Korporasi kini berfokus pada penyelesaian masa transisi sembari mempertahankan performa layanan operasional agar tidak mengganggu aktivitas transaksi masyarakat.

981c1eafa587486f78a3328ffbb56ac2.jpg
Ecozone

Ringkasan Berita: Herman Saheruddin resmi dilantik sebagai Dirjen Stabilitas dan Pengembangan Sektor Keuangan Kemenkeu. Berpengalaman di LPS dan pernah menjadi Tenaga Ahli Menteri Keuangan. Memiliki latar belakang akademik di bidang perbankan dan keuangan. Diproyeksikan menghadapi tantangan menjaga stabilitas sektor keuangan di tengah ketidakpastian ekonomi global. SURYA.co.id – Nama Herman Saheruddin menjadi sorotan setelah resmi dilantik…