Berita

Gubernur Mahyeldi Resmikan Radar BMKG di Pariaman demi Perkuat Mitigasi Tsunami

13
×

Gubernur Mahyeldi Resmikan Radar BMKG di Pariaman demi Perkuat Mitigasi Tsunami

Sebarkan artikel ini
perkuat-mitigasi-bencana,-gubernur-sumbar-resmikan-hf-radar-bmkg
perkuat mitigasi bencana, gubernur sumbar resmikan hf radar bmkg

Pariaman – Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi Ansharullah, resmi mengoperasikan High Frequency (HF) Radar milik Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) di Pantai Taman Anas Malik, Jumat (3/7/2026). Teknologi ini dihadirkan untuk memperkuat sistem mitigasi bencana serta meningkatkan perlindungan bagi masyarakat di pesisir Sumatera Barat yang memiliki tingkat kerawanan tinggi.

Mahyeldi menegaskan bahwa perangkat tersebut berfungsi sebagai instrumen vital untuk memantau dinamika laut secara real time. Radar ini mampu mendeteksi berbagai potensi bencana, mulai dari gempa bumi, tsunami, hingga aktivitas megathrust.

“HF Radar ini ibarat mata yang memantau laut dari darat,” ujar Mahyeldi.

Menurutnya, alat tersebut menyajikan informasi akurat terkait tinggi gelombang, arah arus, serta perubahan kondisi laut lainnya yang menjadi tanda-tanda awal terjadinya bencana.

Ia menambahkan, data dari radar ini juga memberikan manfaat luas di luar aspek mitigasi. Informasi tersebut akan mendukung keselamatan pelayaran, meningkatkan produktivitas sektor perikanan, serta memperkuat pertahanan wilayah laut Indonesia.

Guna mengoptimalkan fungsi deteksi dini, Pemerintah Provinsi Sumatera Barat kini telah menyiagakan empat unit Early Warning System (EWS) tsunami. Seluruh unit tersebut akan diintegrasikan secara optimal dengan sistem milik BMKG.

Kepala BMKG, Teuku Faisal Fathani, menjelaskan bahwa operasional HF Radar ini merupakan bagian dari proyek Marine Meteorological System (MMS) 2 guna memperkuat observasi maritim nasional.

Ia menyebutkan, pemilihan Sumatera Barat sebagai lokasi strategis didasarkan pada tingginya intensitas pelayaran serta posisi wilayah yang berada di kawasan rawan bencana geologi.

Selain memantau parameter oseanografi secara berkelanjutan, radar ini juga berfungsi sebagai pemandu aktivitas bagi para nelayan setempat.

Sementara itu, Wali Kota Pariaman, Yota Balad, menyambut positif kehadiran teknologi tersebut. Ia berharap operasional radar dapat disinergikan dengan pembangunan shelter evakuasi tsunami yang ada di daerahnya.

Pemerintah Kota Pariaman juga berkomitmen untuk mengintegrasikan data dari BMKG ke dalam sistem informasi publik. Langkah ini diambil agar masyarakat lebih tanggap terhadap berbagai potensi bahaya yang mengancam.

Sebagai upaya pendukung, BMKG terus menggencarkan edukasi melalui sejumlah program, seperti Sekolah Lapang Cuaca Nelayan, Sekolah Lapang Iklim, serta Sekolah Lapang Gempa dan Tsunami.

Acara peresmian fasilitas ini turut dihadiri oleh jajaran pimpinan BMKG, unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), serta sejumlah pemangku kepentingan terkait lainnya.