BeritaPeristiwa

Cuaca Panas Ekstrem Picu Kebakaran Gunungan Sampah di TPA Jatiwaringin Tangerang

21
×

Cuaca Panas Ekstrem Picu Kebakaran Gunungan Sampah di TPA Jatiwaringin Tangerang

Sebarkan artikel ini
bpbd-sebut-cuaca-panas-picu-kebakaran-tpa-jatiwaringin
bpbd sebut cuaca panas picu kebakaran tpa jatiwaringin

Tangerang – Kebakaran hebat melanda Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Jatiwaringin di Kecamatan Mauk, Kabupaten Tangerang, Banten, pada Selasa (30/6). Si jago merah dilaporkan mulai membakar area tersebut sejak pukul 11.00 WIB dan masih terus berkobar hingga Selasa sore.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tangerang menduga cuaca panas ekstrem menjadi penyebab utama insiden ini. Petugas pemadam kebakaran saat ini terus melakukan penanganan intensif guna melokalisasi api agar tidak merambat ke area di sekitarnya.

Kepala BPBD Kabupaten Tangerang, Achmad Taufik, menjelaskan bahwa suhu panas yang sangat tinggi memicu reaksi gas metana yang telah mengendap di balik tumpukan sampah selama bertahun-tahun. Reaksi tersebut kemudian menimbulkan munculnya titik api.

Menurut Taufik, tumpukan sampah yang sudah menahun memang mengandung gas metana. Ketika terpapar panas ekstrem, gas tersebut berpotensi berubah menjadi api, ungkapnya saat meninjau langsung lokasi kejadian.

Sebanyak 45 personel dan 10 unit mobil pemadam kebakaran telah dikerahkan ke lokasi untuk menjinakkan api yang membakar gunungan sampah tersebut. Namun, proses pemadaman menghadapi kendala serius di lapangan.

Taufik memaparkan bahwa tantangan yang dihadapi petugas meliputi embusan angin kencang yang mempercepat penyebaran api, asap tebal yang mengganggu jarak pandang, serta medan yang sulit ditembus.

Ia menambahkan, kendala utama bukan terletak pada suplai air, melainkan pada kondisi tumpukan sampah yang menyerupai gunung sehingga menyulitkan akses mobil pemadam untuk menjangkau langsung titik api.

Mengenai langkah penanganan selanjutnya, pihak BPBD akan terus memantau perkembangan situasi di lapangan sebelum memutuskan perlunya koordinasi lebih lanjut dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) maupun BPBD wilayah sekitar.

Taufik menyebutkan bahwa pihaknya membuka peluang untuk meminta bantuan tambahan jika situasi menuntut demikian. Meski demikian, ia menegaskan secara kuantitas unit kendaraan yang ada saat ini sebenarnya sudah mencukupi, hanya saja hambatan medan yang cukup berat menjadi kendala utama, pungkasnya.