FeedSport

Chelsea Ungkap Kekecewaan, Sebut Hati Maresca Masih Milik Man City

16
×

Chelsea Ungkap Kekecewaan, Sebut Hati Maresca Masih Milik Man City

Sebarkan artikel ini
f0d0903648027c8ef45bc9cafa4aacb4.jpg
f0d0903648027c8ef45bc9cafa4aacb4.jpg

Jakarta – Manajemen Chelsea resmi merilis pernyataan terkait polemik kepindahan Enzo Maresca ke Manchester City yang terjadi pada awal tahun 2026.

Klub yang bermarkas di Stamford Bridge tersebut mengonfirmasi bahwa Maresca secara aktif telah menunjukkan ambisi besar untuk menduduki kursi kepelatihan di Stadion Etihad.

Ambisi tersebut muncul di tengah status Maresca yang masih terikat kontrak jangka panjang bersama The Blues.

Pernyataan resmi yang dirilis pada Senin, 29 Juni 2026, menjelaskan bahwa pihak klub telah menyadari ketertarikan Maresca sejak musim gugur tahun 2025.

Maresca disebut-sebut telah memproyeksikan dirinya sebagai suksesor utama Pep Guardiola di Manchester City.

Pihak manajemen Chelsea menegaskan bahwa sang pelatih tetap bersikeras mengejar peluang tersebut meski tidak memiliki klausul pemutusan kontrak sepihak.

“Menjadi jelas bagi kami bahwa dia sangat ingin menggantikan Guardiola dan sepenuhnya berkomitmen mengejar kesempatan itu, meskipun masih terikat kontrak jangka panjang yang tidak bisa diakhiri secara sepihak,” tulis pernyataan resmi klub.

Situasi internal Chelsea mulai memanas ketika Maresca secara mendadak mengajukan pengunduran diri pada Desember 2025.

Langkah tersebut akhirnya terealisasi secara resmi pada 1 Januari 2026, yang memicu kekecewaan besar di jajaran petinggi klub.

Chelsea menilai fokus serta loyalitas Maresca telah terpecah sejak peluang melatih Manchester City terbuka lebar.

Manajemen The Blues menyayangkan sikap tersebut mengingat Maresca baru bergabung dengan klub selama satu tahun.

“Kami tentu merasa kecewa karena meyakini pikiran dan hatinya sudah tertuju kepada klub lain dan kesempatan lain, padahal dia baru bergabung dengan Chelsea setahun sebelumnya,” lanjut pihak klub.

Meski menilai pergantian pelatih di tengah musim bukan langkah ideal, Chelsea memilih untuk melepas Maresca demi menjaga stabilitas tim.

Keputusan tersebut diambil demi melindungi kepentingan para pendukung serta menjaga marwah klub di kompetisi domestik maupun Eropa.

Terkait proses kepindahan tersebut, kedua klub telah mencapai kesepakatan penyelesaian secara rahasia.

Laporan dari berbagai media Inggris menyebutkan bahwa Manchester City memberikan kompensasi finansial sebesar 17 juta poundsterling atau setara dengan Rp402 miliar.

Kini, Chelsea telah mengalihkan fokus mereka untuk menatap musim kompetisi 2026/2027 di bawah arahan pelatih baru, Xabi Alonso.

Manajemen klub menaruh harapan besar kepada mantan gelandang tim nasional Spanyol tersebut untuk membawa Chelsea kembali ke jalur juara.

Pihak klub meyakini bahwa Alonso memiliki kapasitas taktis serta profesionalisme yang dibutuhkan untuk mengangkat performa tim.

“Kami memiliki seorang pelatih dengan kecerdasan sepak bola yang luar biasa dan profesionalisme tingkat tertinggi,” tegas pihak Chelsea.

Klub optimistis bahwa kehadiran Alonso akan menghadirkan kesuksesan yang selama ini dinantikan oleh para pendukung setia.

Alonso kini dituntut untuk membangun kembali fondasi tim yang sempat terganggu akibat transisi kepelatihan yang tidak terduga tersebut.