FeedSport

Portugal Berbagi Angka dengan Kolombia di Piala Dunia 2026

18
×

Portugal Berbagi Angka dengan Kolombia di Piala Dunia 2026

Sebarkan artikel ini
8dc6af8e2587ddc13623687b0f86cac6.jpg
8dc6af8e2587ddc13623687b0f86cac6.jpg

Miami Gardens – Tim nasional Portugal harus puas berbagi angka dengan Kolombia dalam laga penutup Grup K Piala Dunia 2026. Pertandingan yang berlangsung di Stadion Miami, Florida, Amerika Serikat, pada Minggu (28/6) pagi WIB tersebut berakhir dengan skor kacamata 0-0.

Sepanjang 90 menit pertandingan, Kolombia tampil lebih mendominasi jalannya permainan. Berdasarkan catatan statistik, skuad asuhan pelatih Kolombia menguasai bola sebesar 55 persen dibandingkan Portugal.

Selain unggul dalam penguasaan bola, lini serang Kolombia yang dimotori Luis Diaz juga lebih agresif. Mereka tercatat unggul dalam jumlah upaya tembakan ke arah gawang dibandingkan dengan pertahanan Portugal yang tampil disiplin.

Meskipun mendominasi serangan, Kolombia sempat merasakan momen frustrasi ketika sebuah gol dianulir oleh wasit. Gol tersebut tercipta melalui sundulan bek Davinson Sanchez di dalam kotak penalti.

Setelah melakukan peninjauan, wasit memutuskan bahwa posisi Sanchez sudah berada dalam keadaan offside saat menyambut bola. Keputusan tersebut membuat papan skor tetap tidak berubah bagi kedua kesebelasan hingga peluit panjang dibunyikan.

Hasil imbang ini memastikan posisi Kolombia di puncak klasemen akhir Grup K. Mereka mengumpulkan total 7 poin dari tiga pertandingan yang telah dilakoni selama fase grup.

Sementara itu, Portugal memastikan diri melaju ke fase gugur dengan status sebagai runner-up Grup K. Selecao das Quinas mengakhiri babak penyisihan grup dengan koleksi 5 poin.

Pertandingan di Stadion Miami ini menjadi pembuktian ketangguhan lini pertahanan kedua tim yang mampu meredam setiap serangan lawan. Meski Portugal dan Kolombia sama-sama memiliki pemain bintang di lini depan, penyelesaian akhir masih menjadi kendala utama dalam laga ini.

Bagi Kolombia, keberhasilan menjuarai grup menjadi modal kepercayaan diri yang besar untuk menghadapi babak berikutnya. Mereka menunjukkan konsistensi permainan sejak awal kompetisi hingga mampu menahan gempuran tim sekelas Portugal.

Di sisi lain, Portugal kini harus segera melakukan evaluasi terhadap efektivitas serangan mereka. Pelatih Portugal diharapkan dapat memperbaiki koordinasi di lini depan agar lebih tajam saat memasuki babak sistem gugur yang akan berlangsung lebih ketat.

Laga ini juga menarik perhatian besar dari para pendukung yang memadati Stadion Miami. Antusiasme penonton terlihat jelas sepanjang pertandingan, mengingat kedua tim merupakan kontestan yang dijagokan untuk melangkah jauh di turnamen Piala Dunia 2026.

Dengan berakhirnya laga ini, susunan klasemen Grup K resmi terkunci. Kolombia dan Portugal kini bersiap menanti lawan masing-masing dari grup lain untuk melanjutkan perjuangan di babak 32 besar.

Kedua tim akan memiliki waktu istirahat sebelum kembali turun ke lapangan untuk menjalani laga penentuan di fase gugur. Fokus utama kini beralih pada pemulihan fisik pemain serta strategi taktis yang lebih matang guna menghadapi lawan dengan gaya permainan yang berbeda.

4f0bbf4234a933da168921849473e1df.jpg
FeedSport

Ringkasan Berita: Klasemen akhir Piala Dunia 2026 Grup L setelah Inggris kalahkan Panama 2-0 dan Kroasia menggulung Ghana 2-1 Inggris lolos ke 32 Besar sebagai juara Grup L, Kroasia runner-up Grup L, dan Ghana ke fase gugur jalur peringkat tiga terbaik Harry Kane memecahkan rekor baru dalam mode mengejar gol Lionel Messi TRIBUNNEWS.COM – Timnas Inggris resmi menjadi ‘raja’ Grup L Piala Dunia 2026. Sukses Inggris memuncaki klasemen grup diwarnai…

72d0c77bcd149b191ae22b019efd866b.jpg
FeedSport

Ringkasan Berita: Spanyol berhasil memuncaki Grup H Piala Dunia 2028 meski sempat terseok di awal-awal. Sayangnya langkah Spanyol direcoki dengan cedera yang menghampiri Nico Williams dan Yeremy Pino. Pelatih Spanyol masih akan menunggu pemeriksaan lebih lanjut untuk mengetahui kondisi keduanya. TRIBUNNEWS.COM – Langkah Spanyol di Piala Dunia 2026 barangkali masih tak mentereng seperti layaknya Prancis atau Argentina yang identik dengan pesta…