Jakarta – PT Surya Semesta Internusa Tbk (SSIA) secara resmi mengumumkan pembagian dividen tunai kepada para pemegang saham dengan total nilai mencapai Rp 23,5 miliar. Kebijakan pembagian laba ini setara dengan nilai Rp 5 per lembar saham.
Keputusan tersebut diambil seiring dengan digelarnya Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) perusahaan. Dalam agenda tersebut, para pemegang saham juga memberikan persetujuan terkait pelaksanaan program Management and Employee Stock Ownership Program (MESOP).
Program MESOP ini akan diimplementasikan melalui mekanisme penerbitan saham baru. Jumlah saham yang diterbitkan ditetapkan tidak akan melebihi angka 5% dari total seluruh saham yang telah beredar dan diterbitkan oleh perseroan saat ini.
Presiden Direktur SSIA, Johannes Suriadjaja, menjelaskan bahwa inisiatif MESOP ini dirancang sebagai bentuk apresiasi sekaligus pemberian insentif bagi talenta-talenta terbaik yang berkontribusi di lingkungan Grup SSIA.
Terkait mekanisme harga, Johannes memaparkan bahwa harga pelaksanaan program ini akan mengikuti ketentuan regulasi yang berlaku. Ketetapan harga tidak akan lebih rendah dari 90% rata-rata harga penutupan saham SSIA selama 25 hari bursa berturut-turut sebelum periode pelaksanaan dimulai.
Pernyataan tersebut disampaikan Johannes dalam keterangan resmi pada Selasa (23/6). Langkah ini diambil di tengah performa keuangan perusahaan yang menunjukkan sinyal positif pada periode awal tahun 2026.
Berdasarkan catatan kinerja kuartal pertama 2026, SSIA membukukan pertumbuhan yang signifikan secara tahunan. Pendapatan perseroan tercatat meningkat sebesar 35%, dengan nilai nominal mencapai Rp 1,44 triliun. Capaian ini disebut sebagai indikator kembalinya SSIA ke jalur pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan.
Kontribusi utama dari lonjakan pendapatan tersebut datang dari segmen properti yang mengalami kenaikan tajam hingga 202,1%, dengan nilai Rp 494,9 miliar. Sementara itu, segmen perhotelan juga mencatatkan kinerja impresif dengan pertumbuhan pendapatan sebesar 59,2% menjadi Rp 162,5 miliar.
Melihat tren positif tersebut, manajemen menyatakan optimisme tinggi terhadap proyeksi kinerja sepanjang tahun 2026. Optimisme ini didorong oleh kuatnya angka penjualan pemasaran atau marketing sales yang bersumber dari kawasan Subang Smartpolitan.
Selain dari sektor properti, faktor pendukung lainnya adalah pemulihan yang solid pada sektor perhotelan. Johannes menambahkan bahwa peningkatan kinerja operasional dari Paradisus by MeliĆ” Bali yang resmi beroperasi sejak Februari tahun ini memberikan dampak positif terhadap arus kas perusahaan.
Dengan kombinasi antara pembagian dividen dan program insentif bagi karyawan, SSIA berupaya menjaga keseimbangan antara memberikan nilai tambah kepada pemegang saham serta menjaga motivasi sumber daya manusia di dalam perusahaan. Strategi ini diharapkan mampu menjaga stabilitas dan pertumbuhan jangka panjang perseroan di pasar modal.






