Jakarta – Wakil Menteri Dalam Negeri, Bima Arya Sugiarto, memberikan apresiasi tinggi terhadap program Pertamina Foundation Muda (PFmuda).
Program ini dinilai berperan strategis dalam memfasilitasi generasi muda untuk menjadi agen perubahan melalui inovasi proyek sosial yang berdampak nyata bagi masyarakat.
Bima Arya menyampaikan pandangannya tersebut saat menghadiri acara Link & Connect: Social Innovation for Change Maker di Ballroom MyPertamina, Universitas Pertamina, Jakarta, Selasa (23/6/2026).
Menurutnya, PFmuda merupakan wadah krusial bagi generasi milenial dan Gen Z untuk mentransformasikan ide kreatif mereka menjadi sociopreneur yang solutif.
Dalam sambutannya, Bima menegaskan bahwa keterlibatan Pertamina Foundation merupakan bagian dari upaya kolektif bangsa dalam mencapai visi Indonesia Emas 2045.
Ia memandang generasi muda saat ini sebagai calon pemimpin masa depan yang akan menentukan arah pembangunan nasional.
Bima mengaitkan program PFmuda dengan pemikiran sosiolog Anthony Giddens mengenai konsep generasi kosmopolitan.
Generasi ini didefinisikan sebagai kelompok yang memiliki mental aktivis, memiliki keahlian global, namun tetap memegang teguh jiwa nasionalis.
Ia menilai panggung global di masa depan akan dikuasai oleh mereka yang mampu menyeimbangkan tiga level kemampuan secara beriringan, yakni lokal, nasional, dan global.
Di tengah era disrupsi yang menuntut kepekaan terhadap perubahan zaman, kemampuan tersebut menjadi keunggulan kompetitif bagi anak muda.
Bima mengamati bahwa program PFmuda telah berhasil mengintegrasikan ketiga level tersebut dengan baik.
Dia menyukai adanya pijakan lokal yang kuat dalam setiap proyek, sehingga permasalahan di tingkat akar rumput dapat diidentifikasi, diartikulasikan ke tingkat nasional, hingga akhirnya mampu bersaing di level global.
Dalam kunjungan ke stan pameran inovasi, Bima menunjukkan ketertarikannya pada sejumlah proyek yang ditampilkan.
Salah satu yang mendapat perhatian khusus adalah inovasi dalam peningkatan nilai tambah ekonomi rajungan melalui ekosistem budidaya yang berkelanjutan.
Bima menilai inovasi tersebut menunjukkan perpaduan antara keterampilan teknis dan semangat juang yang tinggi.
Ia berharap model pengembangan seperti ini dapat ditularkan secara luas kepada pihak lain agar memberikan dampak yang lebih masif.
Lebih lanjut, Bima mendorong agar inisiatif semacam ini dapat dijadikan percontohan bagi para kepala daerah di seluruh Indonesia.
Menurutnya, kolaborasi antarpihak sangat diperlukan untuk memicu iklim inovasi di tingkat daerah.
Ia membayangkan apabila inspirasi dari program ini dapat menular ke seluruh wilayah, maka sinergi dan konsep co-creation akan lebih mudah terbentuk.
Hal ini diyakini akan mempercepat kemajuan daerah melalui inovasi-inovasi yang lahir dari kolaborasi berbagai elemen.
Kegiatan tersebut turut dihadiri oleh Direktur Operasional Pertamina Foundation Gusman Adiwardhana serta Vice President Corporate Social Responsibility and Small Medium Enterprise Partnership Program PT Pertamina Rudi Arifianto.
Acara ini juga diikuti oleh para mahasiswa Universitas Pertamina yang antusias mengikuti rangkaian kegiatan inovasi sosial tersebut.






