Jakarta – PT Multi Bintang Indonesia Tbk (MLBI) menetapkan hari ini, Jumat, 19 Juni 2026, sebagai batas akhir periode cum dividen untuk tahun buku 2025. Para investor yang berminat mendapatkan hak atas pembagian dividen final perseroan wajib memiliki saham produsen bir merek Bintang tersebut paling lambat pada penutupan perdagangan hari ini.
Keputusan pembagian dividen final ini merupakan tindak lanjut dari hasil Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang diselenggarakan pada 10 Juni 2026. Dalam rapat tersebut, disepakati bahwa perusahaan akan membagikan dividen final dengan total nilai mencapai Rp781,69 miliar.
Setiap pemegang saham akan menerima dividen sebesar Rp371 per lembar saham. Jika dikonversi ke dalam satuan lot, maka investor akan memperoleh nilai sebesar Rp37.100 untuk setiap satu lot saham MLBI yang dimiliki.
Berdasarkan catatan perdagangan pada Kamis, 18 Juni 2026, harga saham MLBI ditutup pada level Rp6.275, atau mengalami kenaikan sebesar 25 poin atau 0,40 persen secara harian. Dengan penetapan dividen sebesar Rp371, maka yield dividen yang ditawarkan MLBI mencapai 5,9 persen. Angka tersebut tercatat lebih tinggi dibandingkan dengan tingkat suku bunga deposito rupiah di bank umum yang saat ini berada di kisaran 3 persen hingga 4 persen.
Secara keseluruhan, MLBI memberikan total dividen untuk tahun buku 2025 sebesar Rp561 per saham. Nilai ini mencakup dividen interim sebesar Rp190 per saham yang telah didistribusikan kepada pemegang saham pada Desember 2025, ditambah dengan dividen final sebesar Rp371 per saham yang akan segera dibayarkan.
Pembagian dividen ini mencerminkan kebijakan perusahaan yang membagikan seluruh laba bersih tahun buku 2025 kepada pemegang saham. Rasio pembayaran dividen atau dividend payout ratio MLBI mencapai 100 persen dari total laba bersih yang diraih perseroan, yakni sebesar Rp1,18 triliun.
Kinerja keuangan yang solid sepanjang tahun 2025 menjadi fondasi utama dalam aksi korporasi ini. Perseroan berhasil mencatatkan laba bersih yang dapat diatribusikan kepada entitas induk sebesar Rp1,18 triliun. Selain itu, posisi keuangan perusahaan terpantau cukup stabil dengan saldo laba ditahan yang belum ditentukan penggunaannya mencapai Rp1,31 triliun, serta total ekuitas tercatat sebesar Rp1,35 triliun.
Pihak manajemen telah merinci jadwal pembagian dividen final bagi para investor. Setelah periode cum dividen di pasar reguler dan negosiasi berakhir pada 19 Juni 2026, maka tanggal ex dividen di pasar reguler dan negosiasi akan jatuh pada 22 Juni 2026.
Sementara itu, untuk pasar tunai, cum dividen dijadwalkan pada 23 Juni 2026, diikuti dengan ex dividen pada 24 Juni 2026. Tanggal pencatatan atau recording date untuk daftar pemegang saham (DPS) ditetapkan pada 23 Juni 2026 pukul 16.00 WIB. Adapun proses pembayaran dividen final kepada para pemegang saham yang berhak dijadwalkan berlangsung pada 10 Juli 2026.
Investor yang melakukan pembelian saham setelah melewati tanggal ex dividen tidak lagi memiliki hak untuk memperoleh dividen final tahun buku 2025. Oleh karena itu, para pelaku pasar diimbau untuk memperhatikan jadwal tersebut guna memastikan hak dividen telah tercatat dalam sistem administrasi efek.







