Berita

AGIBOT Masuk Indonesia Lewat Robot Humanoid AI Berbasis Sewa

16
×

AGIBOT Masuk Indonesia Lewat Robot Humanoid AI Berbasis Sewa

Sebarkan artikel ini
robot-humanoid-berbasis-ai-asal-china-mulai-‘serang’-indonesia
robot humanoid berbasis ai asal china mulai ‘serang’ indonesia

Jakarta – Robot humanoid bertenaga kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) mulai masuk ke pasar Indonesia melalui kehadiran AGIBOT, perusahaan robotika asal China, yang membawa misi menghadirkan inovasi robotika berbasis AI di Tanah Air.

AGIBOT memperkenalkan sejumlah produk utama, yakni robot humanoid A3 Series serta G Series yang terdiri dari G2 dan G2 Air. Seluruhnya menggabungkan teknologi AI, sensor canggih, sistem penggerak presisi, dan kemampuan persepsi lingkungan yang adaptif.

Di Indonesia, AGIBOT menggandeng PT Denka Pratama Indonesia sebagai mitra lokal. Namun, perusahaan itu tidak langsung menjual perangkat robot humanoid, melainkan menerapkan model bisnis Robot as a Service (RaaS) atau skema penyewaan robot.

Untuk menjalankan strategi tersebut, AGIBOT menunjuk PT Robotika Futuristik Indonesia (robotshow.id) sebagai mitra resmi operasional sewa. Layanan ini ditargetkan untuk kebutuhan komersial, aktivasi merek, hingga edukasi interaktif.

Dengan skema itu, masyarakat diharapkan bisa lebih dekat dengan solusi robotika berbasis AI untuk berbagai kebutuhan, mulai dari komersial hingga edukasi interaktif yang mengenalkan perkembangan AI secara lebih mudah.

President of Middle East and Asia Pacific Region AGIBOT Abel Deng mengatakan, kehadiran layanan RaaS di Indonesia diyakini dapat mempercepat adopsi robotika berbasis AI untuk mendukung produktivitas.

“AGIBOT sedang membawa kecerdasan buatan berbasis gerak ke tahap siap diimplementasikan di Indonesia, sehingga memungkinkan robot tidak hanya bergerak seperti manusia, tetapi juga bekerja seperti manusia dan menjadi bentuk produktivitas yang baru,” kata Deng dalam keterangan tertulis, melansir Antara, Selasa (9/6).

Kehadiran AGIBOT di Indonesia diperkenalkan lewat konferensi bertajuk AGIBOT Partner Conference Indonesia (APC Indonesia). Forum ini menjadi ruang diskusi mengenai implementasi nyata AI dan robot humanoid, kolaborasi industri, serta strategi lokalisasi teknologi untuk mendukung transformasi industri di dalam negeri.

Dalam konferensi itu, AGIBOT juga mengenalkan pendekatan XYZ Curve sebagai strategi pengembangan industri robotika berbasis AI. Perusahaan turut menampilkan beragam skenario produktivitas yang dapat dilakukan robot AI untuk mendukung pertumbuhan industri.

Ekosistem robotika baru ini turut menarik perhatian komunitas dan pelaku industri lokal. Sejumlah asosiasi besar seperti Asosiasi Robotika & Kecerdasan Artifisial Indonesia (ARKAI) dan AI Forum Indonesia (AIFI) menyambut pergeseran ini sebagai pemantik diskusi mengenai implementasi nyata AI di dunia riil.