News

Gempa Sigi Rusak 1.360 Rumah, 5.744 Warga Mengungsi Akibat Bencana

18
×

Gempa Sigi Rusak 1.360 Rumah, 5.744 Warga Mengungsi Akibat Bencana

Sebarkan artikel ini
552e49eeff3d10610056545d63f7844f.jpg
552e49eeff3d10610056545d63f7844f.jpg

Sigi – Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Sulawesi Tengah melakukan peninjauan langsung ke lokasi terdampak gempa bumi berkekuatan magnitudo 6,7 di Desa Kamarora A, Kecamatan Nokilalaki, Kabupaten Sigi, pada Rabu (17/6). Kunjungan ini bertujuan untuk memantau kondisi warga serta memastikan proses penanganan darurat pascabencana berjalan sesuai rencana.

Kapolres Sigi, AKBP Kari Amsah Ritonga, yang turut serta dalam rombongan tersebut menegaskan bahwa Desa Kamarora A menjadi wilayah dengan tingkat kerusakan paling signifikan dibandingkan daerah lainnya. Kehadiran jajaran Forkopimda di lokasi tersebut menjadi bentuk nyata dukungan moril kepada masyarakat yang tengah berupaya bangkit dari dampak bencana.

Menurut Kari, agenda kunjungan ini mencakup pemantauan kondisi lapangan, penyaluran bantuan kemanusiaan, serta evaluasi terhadap langkah-langkah pemulihan yang telah dilakukan pemerintah daerah. Pihaknya berupaya memastikan seluruh kebutuhan mendesak masyarakat yang terdampak gempa dapat terpenuhi dengan optimal melalui koordinasi yang ketat.

Selain menyambangi warga, rombongan Forkopimda juga meninjau Posko Tanggap Darurat yang didirikan di Kantor Camat Nokilalaki. Mereka turut melakukan inspeksi langsung ke sejumlah rumah warga yang mengalami kerusakan akibat guncangan gempa untuk memetakan kebutuhan perbaikan ke depan.

Dalam proses peninjauan tersebut, rombongan menyempatkan diri untuk berdialog langsung dengan warga setempat. Kari menyebutkan bahwa kehadiran para pejabat daerah ini disambut secara positif oleh masyarakat yang merasa terbantu dengan perhatian pemerintah di tengah situasi sulit pascagempa.

Berdasarkan data sementara yang dihimpun hingga Rabu (17/6), jumlah korban terdampak di Kecamatan Nokilalaki mencapai 74 orang. Sebanyak tiga orang dilaporkan mengalami luka berat, sementara 71 orang lainnya menderita luka ringan.

Satu orang warga lanjut usia berusia 64 tahun dilaporkan meninggal dunia dalam peristiwa tersebut. Kari menjelaskan bahwa korban diduga meninggal akibat serangan jantung atau hipertensi saat berupaya menyelamatkan anggota keluarganya sesaat setelah gempa terjadi.

Dampak fisik gempa tercatat cukup luas, yakni mengakibatkan kerusakan pada 1.360 unit rumah warga. Selain hunian, puluhan fasilitas umum dan rumah ibadah juga mengalami kerusakan yang bervariasi.

Akibat kerusakan infrastruktur tersebut, sebanyak 5.744 jiwa dari 1.813 kepala keluarga terpaksa mengungsi ke sejumlah titik aman. Kari menuturkan bahwa hingga saat ini, sebagian warga masih memilih untuk bertahan di lokasi pengungsian karena tempat tinggal mereka dinilai sudah tidak layak huni.

Pemerintah berkomitmen untuk terus mendampingi warga terdampak selama masa transisi darurat ini. Penanganan pascabencana akan terus dievaluasi guna memberikan rasa aman kepada masyarakat yang kehilangan tempat tinggal akibat bencana alam tersebut.