Berita

Waspada! Terlalu Berempati bisa Mempengaruhi Kesehatan Mental

369
×

Waspada! Terlalu Berempati bisa Mempengaruhi Kesehatan Mental

Sebarkan artikel ini
Terlalu Berempati
Emotional sponge. Foto: pinterest

FENESIA – Berempati itu perlu, namun menurut psikologi sikap terlalu berempati itu bisa mengancam kesehatan mental. Mungkin kamu akan dengan mudah peka terhadap apa yang dirasakan orang lain. Namun sayangnya orang yang terlalu berempati cendrung mudah menjadi sensitif, sehingga berujung pada emotional sponge.

Biasanya orang yang berempati tinggi selalu menjadi tempat curhat oleh teman-temannya. Terkadang ia mampu merasakan apa yang dirasakan oleh orang lain, walaupun tidak diberitahu secara langsung. Ternyata sikap ini akan mengarah pada emotional sponge.

Ketahuilah lebih jauh tentang emotional sponge. Yuk simak penjelasannya!

Terlalu Berempati
Ilustrasi empati menurut psikologi. Foto: pinterest

Emotional sponge adalah seseorang yang dengan mudah menyerap stress atau perasaan yang dialami oleh orang lain. Orang yang berempati tinggi, biasanya memiliki komunikasi yang baik sehingga akan dengan mudah dekat dan bercerita dengan orang lain. Namun sisi buruknya, ia akan mudah lelah karna terlalu banyak mendengar cerita negatif dari orang lain.

Nyatanya, ini bisa berujung pada depresi dan serangan panik. Secara tidak langsung, seseorang akan banyak terpengaruhi oleh cerita orang lain. Bisa mengubah persepsi dan mindset nya terhadap sesuatu, sehingga akan berdampak buruk bagi kesehatan mental. Maka daripada itu, tidak baik terlalu sering menyerapi perasaan orang lain dan mulailah untuk menyeimbangkan emosi.

Karakteristik Emotional Sponge

Terlalu Berempati
Ilustrasi empati. Foto: pinterest

Cendrung Dikelilingi oleh Toxic Person

Tidak semua orang dapat menyadari kehadiran teman-teman yang toxic. Bahkan, ada yang tetap sabar mendengarkan semua yang mereka ceritakan. Bagi orang yang emotional sponge, pasti tidak akan mudah terlepas dari orang yang toxic.

Toxic person sebenarnya banyak kita jumpai di lingkungan sekitar kita. Seperti yang sering menyebarkan gosip atau yang sering mengganggu kesibukanmu. Orang yang emotional sponge cendrung memiliki rasa menghargai yang tinggi. Mau tidak mau ia akan meluangkan waktu untuk bercerita dengan si toxic person. Lama-kelamaan sikap ini akan mempengaruhi kesehatan mental seseorang.

Selalu Memprioritaskan Orang Lain

Tanpa disadari seseorang yang mengalami emotional sponge akan selalu menomor satukan kebahagiaan orang lain. Tak hanya itu, selain menjadi pendengar yang baik ia akan bertanggung jawab untuk membahagiakan orang lain. Alhasil, ia akan melakukan apa pun demi keinginan orang lain.

Mudah Peka

Kesan pertama untuk orang yang emotional sponge adalah ia mudah sekali mengerti bagaimana perasaan orang lain. Mereka akan jadi sangat intuitif, meskipun tidak diberi tahu secara langsung. Apabila ini terus terjadi, maka akan berdampak buruk baginya. Secara tidak langsung ia akan merasa terbebani dengan perasaan atau emosi orang lain.

Cara Menghindari Emotional Sponge

Terlalu Berempati
How to Not be an Emotional Sponge. Foto: pinterest

Meditasi

Meditasi adalah kegiatan yang dilakukan untuk meredakan emosi. Tujuannya untuk mengembalikan kembali emosi yang sudah terkuras. Agar nantinya kamu merasa lebih tenang dan tidak dengan mudah lagi menyerap emosi negatif dari orang lain. Kegiatan ini sangat cocok untuk kamu yang mengalami emotional sponge.

Jauhi Hal-hal yang Mengganggu

Kamu harus bertindak tegas untuk kesehatan mentalmu. Apabila ada sesuatu yang mengganggu kenyamananmu, kamu berhak untuk berbicara. Seperti menghindari ratu gosip yang ada disekitarmu atau mulai bersikap selektif terhadap apa yang diceritakan oleh rekanmu.

Me Time

Meluangkan waktu untuk diri sendiri itu penting. Apalagi untuk seseorang yang mengalami emotional sponge. Tujuannya untuk mengurangi tekanan emosional yang dimiliki. Me time bisa dilakukan dengan cara berolahrga, refreshing. berlibur, atau hanya sekedar menghirup udara segar untuk menenangkan pemikiran.

Tak hanya berempati pada orang lain, namun kamu juga perlu memperhatikan kesehatan mental dirimu sendiri. So, tetap jaga kesehatan ya and see you!