Life

Korban Perundungan di Senen Pulih dari Masa Kritis, Kini Alami Trauma

19
×

Korban Perundungan di Senen Pulih dari Masa Kritis, Kini Alami Trauma

Sebarkan artikel ini
afd65de62bef8ff3d385e3bb2e4187df.jpg
afd65de62bef8ff3d385e3bb2e4187df.jpg

Jakarta Pusat – Seorang anak berusia enam tahun berinisial MWP dilaporkan mengalami trauma mendalam setelah menjadi korban perundungan di Taman Kramat Pulo, Senen, Jakarta Pusat, pada Minggu (7/6) lalu. Kondisi psikologis anak tersebut kini menjadi perhatian serius pihak keluarga setelah peristiwa kekerasan yang dialaminya.

Ibu korban, Vira (26), menuturkan bahwa rencana pendampingan psikolog telah disiapkan untuk memulihkan kondisi kejiwaan anaknya. Namun, langkah tersebut saat ini belum dapat dilakukan mengingat kondisi fisik sang anak yang masih memerlukan pemulihan intensif.

Menurut Vira, ia telah berkonsultasi dengan dokter terkait rencana pemeriksaan psikologis tersebut. Pihak keluarga berharap dapat membawa sang anak ke psikolog pada pekan depan, namun semua bergantung pada perkembangan kondisi kesehatan fisik MWP yang hingga kini masih dirawat.

Kondisi fisik MWP sendiri dikabarkan masih memprihatinkan dengan gejala demam tinggi yang terus berulang. Vira menyebutkan bahwa anaknya sempat mengalami suhu tubuh mencapai 40 derajat Celsius, yang disertai dengan perubahan fisik berupa bibir dan kaki yang membiru.

Vira menjelaskan, insiden perundungan tersebut terjadi pada pukul 19.30 WIB di lokasi kejadian. Dampak dari kekerasan yang dialami membuat korban jatuh dalam kondisi kritis hingga harus segera dilarikan ke Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) menggunakan ambulans pada pukul 20.00 WIB.

Dalam perjalanan menuju rumah sakit, kondisi korban sempat memburuk hingga mengalami kesulitan bernapas. Vira mengungkapkan bahwa tim medis sempat berupaya memberikan bantuan oksigen dan tindakan darurat lainnya, namun karena kondisi yang sangat kritis, korban akhirnya harus segera dimasukkan ke ruang ICU.

Selama berada di ruang ICU sejak Minggu malam hingga Rabu (10/6) sore, korban sempat berada dalam kondisi tidak sadarkan diri. Vira menegaskan bahwa meskipun anaknya tidak dalam keadaan koma, kondisi kritis yang dialami mengharuskannya mendapatkan perawatan intensif secara berkelanjutan di ruang ICU.

Hingga saat ini, korban masih mengeluhkan nyeri hebat pada bagian kepala. Gejala nyeri kepala tersebut dinilai sebagai pemicu utama demam tinggi yang sulit diredam meski telah diberikan pengobatan oleh tim dokter di RSCM.

Vira menyatakan bahwa jika tidak ada perubahan signifikan pada kondisi kesehatan anaknya dalam tiga hari ke depan, ia berencana membawa kembali sang anak ke RSCM untuk pemeriksaan lebih lanjut. Pihak keluarga mendapati adanya luka fisik berupa benjolan dan sisa darah di kepala korban.

Berdasarkan keterangan yang diperoleh keluarga, luka tersebut diduga akibat kepala korban yang dibenturkan ke tiang listrik yang ada di lokasi kejadian. Hingga saat ini, pihak keluarga masih terus memantau perkembangan kondisi kesehatan MWP sembari menunggu pemulihan fisik sebelum memulai proses pemulihan trauma.