Ecozone

Wall Street Menguat Dipimpin Saham Chip, Pasar Tetap Waspadai Timur Tengah

13
×

Wall Street Menguat Dipimpin Saham Chip, Pasar Tetap Waspadai Timur Tengah

Sebarkan artikel ini
602acdb592732a9c9f21500ea214cd88.jpg
602acdb592732a9c9f21500ea214cd88.jpg

New York – Bursa saham Amerika Serikat, Wall Street, mencatatkan penguatan pada perdagangan Kamis (11/6/2026). Reli ini didorong oleh aksi beli investor terhadap saham-saham sektor semikonduktor yang sempat mengalami tekanan jual signifikan pada sesi sebelumnya.

Hingga pukul 09:56 waktu setempat, indeks Dow Jones Industrial Average menguat 0,90% ke level 50.371,57. Sementara itu, indeks S&P 500 naik 0,81% ke posisi 7.325,66, diikuti oleh indeks Nasdaq Composite yang terkerek 1,07% menjadi 25.437,44.

Sektor teknologi, khususnya produsen chip, menjadi motor utama kenaikan pasar. Saham Intel melesat 10%, diikuti oleh penguatan Nvidia sebesar 1,3% dan Micron Technology sebesar 2,4%. Secara keseluruhan, indeks semikonduktor Philadelphia SE Semiconductor melonjak 4,5%, memberikan sentimen positif bagi indeks teknologi S&P 500 yang naik 1,4%.

Pemulihan ini menjadi angin segar bagi pelaku pasar setelah saham teknologi sempat terperosok ke zona koreksi, dengan penurunan lebih dari 10% dari rekor tertinggi. Sejak awal Juni, S&P 500 sendiri telah terkoreksi sekitar 4% akibat kekhawatiran terhadap valuasi saham teknologi yang dianggap tinggi serta proyeksi kebijakan moneter yang lebih ketat.

Phil Blancato, Kepala Strategi Pasar Osaic Wealth, menilai pergerakan pasar saat ini merupakan upaya untuk mencari titik keseimbangan baru. Menurutnya, pasar cenderung mengalami aksi jual berlebihan dalam beberapa hari terakhir, sehingga fase pemulihan saat ini tampak wajar.

Namun, optimisme investor tetap dibayangi oleh ketegangan geopolitik di Timur Tengah yang berpotensi mengganggu pasokan energi global. Situasi memanas setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan kesiapan Washington untuk mengambil tindakan keras terhadap Iran, termasuk kemungkinan penguasaan infrastruktur minyak dan gas negara tersebut.

Pernyataan tersebut memicu kenaikan harga minyak dunia dan meningkatkan kekhawatiran baru mengenai inflasi global. Di sisi lain, sektor perangkat lunak justru mencatatkan performa negatif yang menekan pasar. Saham Oracle anjlok 12,5% setelah perusahaan mengumumkan rencana belanja modal untuk tahun fiskal 2027 yang melampaui estimasi analis.

Tekanan serupa juga dirasakan oleh saham teknologi lainnya seperti AppLovin, Atlassian, ServiceNow, Salesforce, dan Adobe, yang mencatat penurunan antara 2% hingga 3%. Investor juga mencermati data ekonomi terbaru, di mana harga produsen di Amerika Serikat pada Mei tercatat meningkat lebih tinggi dari perkiraan, mencatatkan kenaikan tahunan terbesar dalam lebih dari tiga tahun terakhir.

Selain itu, jumlah klaim tunjangan pengangguran mingguan menunjukkan peningkatan tipis. Kondisi ini memperkuat ekspektasi bahwa Federal Reserve akan mempertahankan suku bunga pada pertemuan mendatang, meskipun pasar masih memperkirakan adanya potensi kenaikan sebesar 25 basis poin hingga akhir tahun.

Tantangan ekonomi global turut membayangi pasar setelah Bank Dunia memangkas proyeksi pertumbuhan ekonomi dunia untuk 2026. Lembaga tersebut memperingatkan bahwa perang di Timur Tengah dapat menekan pertumbuhan global hingga 1,3% jika gangguan pasokan energi semakin parah.

Di tengah ketidakpastian tersebut, investor juga menantikan debut saham SpaceX milik Elon Musk yang dijadwalkan berlangsung Jumat. Penawaran saham perdana dengan estimasi nilai mencapai US$1,75 triliun tersebut diprediksi menjadi ujian besar bagi reli pasar saham Amerika Serikat tahun ini.

Secara keseluruhan, sentimen pasar tetap terjaga dengan 10 dari 11 sektor utama S&P 500 berada di zona hijau. Di Bursa New York (NYSE), jumlah saham yang mengalami kenaikan tercatat melampaui jumlah saham yang turun dengan rasio 3,27 banding 1.

cb4125514bf87228d7b74b53ad7787b3.jpg
Ecozone

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. PT Energi Mega Persada Tbk (ENRG) menyatakan telah menggelar penawaran umum terbatas kepada pemegang saham perusahaan dalam rangka Penambahan Modal dengan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMHMETD) IV atau rights issue untuk membeli sebanyak 13.282.271.875 saham baru Seri B dengan nilai nominal Rp 100 per saham. Angka ini mewakili 33,33% dari jumlah saham ENRG yang telah ditempatkan dan disetor penuh setelah PMHMETD IV…

63b902db542e48ea42dbc0d94a89f872.jpg
Ecozone

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. PT Summarecon Agung Tbk (SMRA) mempertimbangkan sejumlah strategi untuk membayar surat utang jatuh tempo di era suku bunga tinggi dan pelemahan rupiah. Asal tahu saja, suku bunga Bank Indonesia dikerek lagi 25 basis poin (bps) menjadi 5,5% pada awal pekan ini. Sementara, rupiah di pasar spot ditutup di Rp 17.989 per dolar Amerika Serikat (AS) pada Kamis (11/6/2025), melemah 0,25% dari penutupan hari sebelumnya. Melansir…

9a6509e524e447102db5bddc9b0f53ea.jpg
Ecozone

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Penguatan indeks dolar Amerika Serikat (AS) atau DXY membuat investor mulai melirik instrumen investasi berbasis dolar AS, termasuk reksadana dolar AS. Asal tahu saja, saat ini indeks dolar AS berada di level 100,0 atau menguat 1,75% ytd. Dilihat pula dari catatan Indovesta Utama per 8 Juni 2026, sejumlah reksadana berbasis USD menghasilkan kinerja yang positif di tahun ini. Produk reksadana Panin Global Sharia Equity…

16fa2f384b5d3f742bdca7ca0a52025b.jpg
Ecozone

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Emiten properti afiliasi Sugianto Kusuma alias Aguan mengumumkan pembagian dividen dari buku tahun 2025. PT Pantai Indah Kapuk Dua Tbk (PANI) dan PT Bangun Kosambi Sukses Tbk (CBDK) menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) 2025 pada 4 Juni 2026. PANI dan CBDK masing-masing akan membagikan dividen tunai sebesar Rp 5 per saham. Dengan jumlah saham 18,11 miliar saham, total dividen tunai yang dibayarkan PANI dari…