BeritaInternasionalPeristiwa

Gempa Magnitudo 7,7 Guncang Filipina dan Picu Potensi Tsunami di Indonesia

21
×

Gempa Magnitudo 7,7 Guncang Filipina dan Picu Potensi Tsunami di Indonesia

Sebarkan artikel ini
gempa-m7,7-guncang-filipina,-bmkg-bongkar-dalang-utama
gempa m7,7 guncang filipina, bmkg bongkar dalang utama

Jakarta – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menginformasikan bahwa gempa bumi tektonik berkekuatan magnitudo 7,7 mengguncang Pantai Selatan Mindanao, Filipina, pada Senin (8/6/2026) pukul 06.37 WIB. Gempa ini dipicu oleh adanya aktivitas subduksi lempeng.

Direktur Gempa Bumi dan Tsunami BMKG, Wijayanto, menjelaskan dalam keterangan tertulisnya bahwa gempa tersebut tergolong sebagai gempa bumi dangkal.

“Memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa bumi yang terjadi merupakan jenis gempa bumi dangkal akibat adanya aktivitas subduksi lempeng,” kata Wijayanto.

Menurutnya, hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempa bumi tersebut memiliki mekanisme pergerakan naik atau thrust fault.

Guncangan gempa dirasakan cukup kuat di Kota Morotai dan Halmahera Utara dengan skala intensitas IV MMI. Pada skala tersebut, getaran dirasakan oleh orang banyak di dalam rumah, beberapa orang di luar rumah, gerabah pecah, jendela atau pintu berderik, serta dinding berbunyi.

Sementara itu, di Kabupaten Gorontalo Utara, gempa dirasakan dengan skala intensitas III-IV MMI.

Getaran dengan skala III MMI juga terasa di Batang Dua, Ternate, Halmahera Barat, Gorontalo, Halmahera Selatan, Halmahera Timur, Parigi Moutong, Manado, Minahasa, Palu, Bitung, Boltim, dan Halmahera Tengah. Di wilayah-wilayah tersebut, getaran dirasakan nyata di dalam rumah seakan-akan ada truk yang berlalu.

Hasil pemodelan BMKG menunjukkan bahwa gempa ini berpotensi tsunami dengan status siaga di sejumlah daerah. Wilayah tersebut meliputi Kabupaten Minahasa, Bolaang Mongondow, Kota Manado, Kabupaten Minahasa Utara, Kabupaten Minahasa Selatan, Buol, Kepulauan Sangihe, Gorontalo, Kepulauan Talaud, Kepulauan Minahasa, Toli-toli, Kota Palu, Donggala, Kota Ternate, dan Kota Bitung.

Selain status siaga, status waspada juga ditetapkan untuk Kota Tidore, Bulungan, Nunukan, Halmahera, Kota Tarakan, Halmahera Utara, Kutai Timur, Minahasa Selatan, Kota Bontang, dan Berau.

Terkait potensi tersebut, BMKG mengeluarkan rekomendasi bagi masyarakat di daerah berstatus siaga untuk segera menjauhi pantai menuju tempat yang lebih tinggi. Sementara bagi warga di wilayah berstatus waspada, diimbau untuk menjauhi pantai serta tepian sungai.

Hingga pukul 07.11 WIB, hasil monitoring BMKG menunjukkan adanya dua kali aktivitas gempa bumi susulan dengan magnitudo terbesar M 6,7 dan M 5,9.

BMKG mengimbau masyarakat agar tetap tenang. Pihaknya memastikan informasi resmi hanya bersumber dari lembaga tersebut melalui kanal komunikasi yang telah terverifikasi.

Sebagai informasi, gempa tektonik ini terjadi pada Senin, 8 Juni 2026 pukul 06.37.42 WIB dengan parameter terkini magnitudo 7,7.

Episenter gempa terletak pada koordinat 5,80° LU dan 125,14° BT. Lokasi tersebut berada di laut dengan jarak 244 kilometer arah barat laut Pulau Karatung, Sulawesi Utara, pada kedalaman 47 kilometer.