Ecozone

OJK Pastikan Tidak Ada Potensi Bank Rush Saat Rupiah Melemah

22
×

OJK Pastikan Tidak Ada Potensi Bank Rush Saat Rupiah Melemah

Sebarkan artikel ini
9ed04248938351030e0c1812f4bf6fa1.jpg
9ed04248938351030e0c1812f4bf6fa1.jpg

Jakarta – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memastikan tidak ada potensi penarikan dana massal atau bank rush di tengah pelemahan nilai tukar rupiah saat ini. Stabilitas sistem keuangan nasional dinilai masih terjaga dengan baik berkat kondisi politik, keamanan, dan ekonomi yang tetap kondusif.

Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK, Dian Ediana Rae, menjelaskan bahwa fenomena bank rush biasanya dipicu oleh hilangnya kepercayaan masyarakat terhadap sistem perbankan. Namun, saat ini fundamental perbankan domestik diklaim masih sangat solid.

Data per April 2026 menunjukkan rasio kecukupan modal atau Capital Adequacy Ratio (CAR) berada pada level 23,97 persen. Sementara itu, risiko kredit atau Non-Performing Loan (NPL) gross terjaga di angka 2,17 persen. Dian menegaskan, manajemen bank tetap diwajibkan menjaga kinerja dan menerapkan prinsip kehati-hatian serta manajemen risiko di setiap lini bisnis.

Meski demikian, OJK mengakui pelemahan rupiah membawa tantangan tersendiri, seperti kenaikan harga barang impor, penurunan daya beli masyarakat, hingga beban fiskal akibat subsidi pemerintah. Di sisi lain, pelemahan nilai tukar ini juga memberikan dampak positif bagi para eksportir dan meningkatkan daya tarik Indonesia bagi wisatawan mancanegara.

Ketua Dewan Komisioner OJK, Friderica Widyasari Dewi, menambahkan bahwa pihaknya terus memantau ketat potensi risiko dari pergerakan rupiah, terutama terkait beban kewajiban valuta asing pada korporasi. OJK secara intensif mengawasi posisi devisa neto harian, kecukupan likuditas valas, dan kepatuhan bank terhadap regulasi terkait.

Langkah mitigasi juga dilakukan melalui supervisory dialogue dengan bank-bank yang menunjukkan akumulasi posisi tertentu. Hal ini dilakukan guna memastikan penerapan manajemen risiko pasar dan likuditas tetap berjalan secara memadai di tengah fluktuasi ekonomi.

eaa332068541e0c17ec2809b78c304c8.jpg
Ecozone

Fenesia – JAKARTA. PT Bali Towerindo Sentra Tbk (BALI) mengalokasikan belanja modal atau capital expenditure (capex) sebesar Rp 239 miliar pada 2026 untuk mendukung ekspansi infrastruktur telekomunikasi. Rencannya, BALI akan menambah sekitar 62 unit micro cell pole (MCP), 500 titik VSAT RTGS dan tambahan 20.000 home-passed baru. Wakil Direktur Utama Bali Towerindo Sentra Lily Hidayat mengatakan fokus utama BALI adalah memperkuat…

2591133c2b7ba29c1470d11556a921b5.jpg
Ecozone

Jakarta, IDN Times – PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR) menyepakati pembagian dividen senilai Rp7.634.227.893.300. Pemegang saham akan mendapatkan total dividen Rp201 per lembar saham seperti yang disetujui dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) tahun buku 2025. 1. Sudah bagikan dividen interim Sebelumnya, Unilever Indonesia sudah membagikan…

f24e5bddb18bf018dd57d6cf0753bdba.jpg
Ecozone

Fenesia – JAKARTA. Tekanan di pasar keuangan domestik masih berlanjut. Nilai tukar rupiah dan pasar saham kompak melemah sepanjang pekan terakhir di tengah meningkatnya ketidakpastian dan sentimen negatif investor terhadap aset Indonesia. Mengutip Bloomberg, nilai tukar rupiah di pasar spot melemah 0,86% dalam sepekan hingga menyentuh level Rp 18.036 per dolar Amerika Serikat (AS). Pada saat yang sama, tekanan juga terjadi di pasar saham….