News

Pemerintah Matangkan Posisi Strategis Said Iqbal dalam Kabinet Mendatang

19
×

Pemerintah Matangkan Posisi Strategis Said Iqbal dalam Kabinet Mendatang

Sebarkan artikel ini
93c31f6bf3e459768b5c7567fa1063b6.jpg
93c31f6bf3e459768b5c7567fa1063b6.jpg

Jakarta – Pemerintah mulai memberikan sinyal kuat terkait rencana masuknya Presiden Partai Buruh, Said Iqbal, ke dalam jajaran kabinet pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. Pihak Istana Kepresidenan saat ini sedang mematangkan posisi yang dinilai paling tepat untuk mengakomodasi kiprah Iqbal di bidang ketenagakerjaan.

Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi mengungkapkan, peran yang disiapkan bagi Said Iqbal dipastikan akan bersinggungan langsung dengan isu-isu buruh dan perlindungan pekerja. Menurutnya, pemerintah masih mendiskusikan opsi posisi yang paling relevan dengan rekam jejak Iqbal selama ini.

Sejumlah opsi yang kini tengah dikaji mencakup posisi Wakil Menteri Ketenagakerjaan yang masih kosong, atau menempatkan Iqbal dalam struktur Dewan Kesejahteraan Buruh Nasional (DKBN). Meski demikian, Prasetyo belum memastikan apakah pengumuman resmi akan dilakukan berbarengan dengan pelantikan pimpinan Badan Gizi Nasional pada Senin (8/6/2026) mendatang.

Kekosongan kursi Wakil Menteri Ketenagakerjaan sendiri terjadi pasca pejabat sebelumnya, Immanuel Ebenezer, terjerat kasus korupsi dan divonis bersalah atas tindakan pemerasan dengan hukuman penjara 4,5 tahun. Kondisi ini membuat spekulasi mengenai pelibatan tokoh serikat pekerja dalam pemerintahan semakin menguat.

Di sisi lain, Said Iqbal memilih untuk menahan diri dari memberikan pernyataan spekulatif. Ia menyatakan akan tetap menunggu keputusan resmi yang akan disampaikan oleh Mensesneg atas arahan Presiden Prabowo.

Kehadiran Iqbal dalam pemerintahan diproyeksikan akan memperkuat rencana pembentukan DKBN. Lembaga yang digagas Presiden Prabowo tersebut dirancang sebagai wadah kolaborasi antara tokoh buruh, akademisi, dan pemerintah untuk merumuskan kebijakan kesejahteraan pekerja yang lebih komprehensif, mulai dari jaminan sosial hingga pendidikan anak pekerja.

Ketua Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) Andi Gani Nena Wea menambahkan, DKBN nantinya tidak hanya berfokus pada isu klasik seperti upah minimum atau sengketa hubungan industrial. Dewan tersebut diharapkan mampu menjadi motor penggerak peningkatan kesejahteraan buruh secara menyeluruh di tingkat nasional.

Kini, keputusan akhir mengenai peran strategis Said Iqbal dalam pemerintahan sepenuhnya berada di tangan Presiden Prabowo. Publik masih menanti pengumuman resmi dari pihak Istana terkait jabatan tersebut.