Ecozone

HRTA Tebar Dividen Rp40 per Saham dan Catat Lonjakan Pendapatan

14
×

HRTA Tebar Dividen Rp40 per Saham dan Catat Lonjakan Pendapatan

Sebarkan artikel ini
0f88dbac378f8a4e13eaba1a405858b4.jpg
0f88dbac378f8a4e13eaba1a405858b4.jpg

Bandung – PT Hartadinata Abadi Tbk (HRTA) mencatatkan lonjakan kinerja keuangan yang signifikan sepanjang kuartal I-2026. Perusahaan manufaktur perhiasan dan emas batangan terintegrasi ini membukukan pendapatan sebesar Rp 20,16 triliun, atau meroket 196,96 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang tercatat sebesar Rp 6,78 triliun.

Kenaikan pendapatan tersebut turut mengerek laba bersih perusahaan menjadi Rp 433,49 miliar pada kuartal I-2026. Angka ini mencerminkan pertumbuhan sebesar 189,48 persen dibandingkan periode serupa tahun 2025 sebesar Rp 149,75 miliar.

Pencapaian ini didorong oleh peningkatan volume penjualan emas murni sebesar 75,18 persen menjadi 7,83 ton. Selain itu, harga jual rata-rata (ASP) juga mengalami kenaikan 71,01 persen menjadi Rp 2.567.213 per gram. Penjualan masih didominasi oleh segmen grosir yang berkontribusi sebesar 90,60 persen terhadap total pendapatan.

Sejalan dengan kinerja yang solid, dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) 2025, perusahaan resmi mengesahkan pembagian dividen sebesar Rp 40 per lembar saham. Rasio pembayaran dividen atau dividend payout ratio ditetapkan sebesar 18,83 persen, dengan dividend yield sekitar 1,8 persen dari harga saham Rp 2.300.

Direktur Utama PT Hartadinata Abadi Tbk, Sandra Sunanto, menyatakan bahwa hasil positif ini merupakan buah dari keberhasilan strategi integrasi ekosistem bisnis dari hulu ke hilir. Fokus perusahaan saat ini adalah memperkuat fundamental melalui standarisasi produk internasional serta perluasan jangkauan pasar.

Kami terus berfokus pada penguatan ekosistem, peningkatan kualitas produk, serta perluasan jangkauan pasar untuk menciptakan pertumbuhan yang berkelanjutan, ujar Sandra dalam paparan publik di Bandung, Rabu (3/6).

Keberhasilan ini melengkapi catatan gemilang perusahaan sepanjang tahun buku 2025. Sepanjang tahun lalu, Hartadinata membukukan pendapatan Rp 44,55 triliun, tumbuh 144,39 persen dibandingkan 2024. Sementara laba bersih tercatat sebesar Rp 978,49 miliar, melonjak 121,29 persen secara tahunan.

Untuk menjaga momentum pertumbuhan, perusahaan kini mengoptimalkan kapasitas produksi hingga 60 ton per tahun. Pengembangan infrastruktur juga dilakukan melalui pengoperasian 85 outlet Hartadinata Abadi dan 138 outlet Gadai Hartadinata Abadi di seluruh Indonesia.

Inovasi digital turut digenjot melalui peluncuran ATM HRTA Gold. Layanan ini menjadi strategi perusahaan untuk mempermudah akses masyarakat dalam membeli emas secara praktis. Saat ini, fasilitas tersebut sudah tersedia di tiga lokasi di Bandung dan Jakarta.

Perseroan juga tengah memproses sertifikasi dari London Bullion Market Association (LBMA) untuk meningkatkan standar produk di pasar global. Dengan ekosistem yang solid dan jaringan distribusi yang luas, manajemen optimistis dapat mempertahankan kinerja positif dan memberikan nilai tambah bagi seluruh pemegang saham.

0d44ff5c777acf31f3f0df876cc9f743.jpg
Ecozone

Fenesia – JAKARTA. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ambruk pada perdagangan hari kedua bulan Juni 2026 ini tertekan pelemahan rupiah dan sentimen negatif dalam dan luar negeri. Mengutip data Bursa Efek Indonesia (BE) IHSG melorot 4,11% atau terpangkas 254 poin ke level 5.941,06 pada penutupan perdagangan Rabu (3/6/2026). Sepanjang perdagangan hari ini IHSG bergerak di zona merah dengan level terendah 5.841 dan level tertinggi 6.213….

8dbbba5d7ef8f61b645cb91ce321a55b.jpg
Ecozone

Fenesia – JAKARTA. Masa penawaran SBN ritel sukuk tabungan seri ST016 resmi ditutup pada hari ini. SBN ritel yang ditawarkan pada 8 Mei – 3 Juni 2026 ini menarik minat investor karena mencatat pemesanan tertinggi dibanding SBN ritel yang telah ditawarkan pada tahun 2026. Direktur Pembiayaan Syariah, Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko (DJPPR) Kementerian Keuangan, Deni Ridwan mengatakan, secara umum, minat masyarakat untuk…

0fe0d617d574580788026fd6c35a3ea3.jpg
Ecozone

Fenesia – JAKARTA. Nilai tukar rupiah kembali tertekan dan mendekati level psikologis Rp 18.000 per dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan Rabu (3/6). Meningkatnya kekhawatiran inflasi domestik, menyempitnya surplus perdagangan, serta memanasnya konflik geopolitik di Timur Tengah menjadi faktor utama yang membebani mata uang Garuda. Pada penutupan perdagangan Rabu (3/6/2026), nilai tukar rupiah di pasar spot terus tertekan. Berdasarkan…