Jakarta – Jaringan sekolah bahasa Inggris, English 1, resmi memperkenalkan kurikulum terbaru bertajuk High Flyers 4.0 yang ditujukan bagi anak usia 7 hingga 9 tahun.
Inovasi ini dirancang untuk membekali siswa dengan kemampuan bahasa Inggris praktis yang dapat diaplikasikan langsung dalam kehidupan sehari-hari.
Peluncuran kurikulum tersebut berlangsung dalam acara bertajuk “The City of English 1: Learning Through Real Experiences” di Mal Kelapa Gading 3, Jakarta, akhir pekan lalu. Figur publik Tasya Kamila turut hadir memeriahkan kegiatan tersebut.
President Director English 1, Matthew Kenley, mengatakan bahwa High Flyers 4.0 bukan sekadar pembaruan buku teks. Pihaknya berupaya melakukan redefinisi total metode pembelajaran anak di Indonesia agar mampu menjembatani ilmu pengetahuan dengan kemampuan praktis.
“Kami percaya bahwa pendidikan berkualitas harus mampu menjembatani ilmu pengetahuan dengan kemampuan praktis; dan itulah yang kami wujudkan dalam kurikulum ini. English 1 sudah hadir di Indonesia lebih dari 30 tahun, dan peluncuran ini adalah bentuk komitmen kami bahwa inovasi tidak akan pernah berhenti,” ujar Matthew dalam keterangan resminya.
Academic Operations Manager, Kurniasari Anindita, menjelaskan kurikulum ini melatih anak untuk bercakap-cakap dalam situasi nyata, seperti memesan makanan di kafe atau berbicara dengan dokter. Setiap unit pembelajaran kini memiliki target terukur, sehingga siswa dapat memantau kemampuan mereka secara sistematis.
“Pendekatan ini mengacu pada standar internasional Common European Framework of Reference (CEFR) dan ujian Cambridge English: Young Learners (YLE), sehingga murid sekaligus siap menghadapi sertifikasi bahasa Inggris internasional,” jelas Anindita.
Selain itu, program ini juga didukung dengan peluncuran aplikasi High Flyers yang mengintegrasikan komunikasi antara guru, orang tua, dan murid. Aplikasi ini memudahkan orang tua dalam memantau perkembangan belajar anak secara real-time dari ponsel.
Marketing Director English 1, Rhea Danaparamita, menyebut peluncuran di Jakarta menjadi titik awal kampanye nasional yang akan menyasar kota-kota besar lainnya. Pihaknya menargetkan pertumbuhan jumlah siswa yang signifikan hingga tahun 2026.
“Kami memulainya dari Jakarta, dan ini baru langkah pertama. Target kami adalah memastikan setiap orang tua, di mana pun mereka berada, bisa merasakan perbedaan nyata yang dibawa kurikulum ini bagi perkembangan anaknya,” tutur Rhea.
Acara tersebut juga menjadi puncak program apresiasi English 1 Lucky Draw: Win Trips Around the World. Pengundian pemenang dilakukan secara transparan dengan melibatkan perwakilan dari Kementerian Sosial.
“Selamat kepada para pemenang. Ini adalah bentuk nyata terima kasih English 1 kepada para orang tua yang selama ini telah mempercayakan pendidikan bahasa Inggris anak mereka kepada kami,” tutup Rhea.







