News

Bakom Tegaskan Agenda Awal Presiden Prabowo Hanya Kunjungan ke Prancis

18
×

Bakom Tegaskan Agenda Awal Presiden Prabowo Hanya Kunjungan ke Prancis

Sebarkan artikel ini
2a883d22b8ae0f1d3b48a31f63e766db.jpg
2a883d22b8ae0f1d3b48a31f63e766db.jpg

Jakarta – Kepala Badan Komunikasi Pemerintah, Muhammad Qodari, menegaskan bahwa agenda kunjungan kerja Presiden Prabowo Subianto ke luar negeri pada akhir Mei 2026 hanya terbatas di Prancis. Pernyataan ini sekaligus menepis kabar yang menyebutkan bahwa kepala negara akan melanjutkan lawatan ke sejumlah negara Eropa lainnya seperti Italia, Austria, hingga Hungaria.

Qodari menjelaskan bahwa sejak awal, pemerintah hanya menjadwalkan kunjungan Presiden ke Prancis pada 26-29 Mei 2026. Ia menegaskan tidak pernah ada keterangan resmi dari pemerintah yang menyatakan Presiden akan menyambangi negara lain di luar agenda yang telah ditetapkan.

Menurut Qodari, seluruh rangkaian kegiatan Presiden, termasuk pertemuan dengan Presiden Prancis Emmanuel Macron, telah direncanakan sejak jauh hari. Agenda tersebut bahkan sudah disampaikan oleh Menteri Luar Negeri Sugiono satu bulan sebelum kunjungan berlangsung.

Terkait adanya spekulasi mengenai kunjungan ke negara lain, Qodari menyatakan bahwa setiap perubahan agenda di tengah perjalanan hanya sebatas rencana yang belum bersifat final. Pemerintah, tambahnya, akan memberikan penyampaian resmi jika memang terdapat perubahan atau tambahan tujuan kunjungan.

Sebelumnya, simpang siur jadwal kunjungan Presiden sempat mencuat setelah Juru Bicara Partai Gerindra, Sugiat Santoso, menyebutkan bahwa Presiden akan melawat ke tiga negara, yakni Prancis, Austria, dan Hungaria. Sugiat menilai kunjungan tersebut merupakan bagian dari implementasi politik luar negeri bebas aktif Indonesia untuk memperkuat diplomasi dengan negara-negara strategis di Eropa.

Sugiat sempat menyebut bahwa lawatan tersebut bertujuan membangun kedekatan politik dengan Prancis sebagai kekuatan militer dan teknologi di Eropa Barat, serta menegaskan posisi Indonesia yang independen di tengah persaingan kekuatan global antara Amerika Serikat dan China. Namun, keterangan resmi dari Bakom pemerintah saat ini hanya mengakui kunjungan ke Prancis sebagai agenda tunggal dalam lawatan tersebut.