Jakarta – Unggahan curhatan artis Ussy Sulistiawaty di platform Threads mendadak viral dan menyita perhatian publik. Ibu lima anak ini meluapkan kegelisahannya terkait utang piutang lama yang belum dilunasi hingga belasan tahun.
Ussy menceritakan bahwa ia memiliki seseorang yang berutang kepadanya sejak 15 tahun lalu. Ia merasa heran karena sosok tersebut kini justru hidup berkecukupan dan jauh lebih mapan dibandingkan kondisinya di masa lalu.
“Kalau ada yang ngutang ke kita lebih dari 15 tahun lalu, tapi sekarang dia sudah sangat berkecukupan bahkan berlebih-lebih, mungkin lebih dari aku malah dari single sampai punya anak banyak,” tulis Ussy dalam unggahannya, Kamis (28/5/2026).
Unggahan tersebut memancing rasa penasaran netizen. Meski banyak pihak mencoba menebak-nebak identitas orang yang dimaksud, istri Andhika Pratama ini memilih untuk tetap bungkam.
Ussy juga melontarkan pertanyaan retoris terkait etika pelunasan utang tersebut. Ia mempertanyakan apakah orang yang bersangkutan masih memiliki iktikad baik untuk membayar kewajibannya jika kembali ditagih.
“Kalau kita colek mengingatkan utangnya kira-kira dia bakal bayar nggak ya?” tanya Ussy.
Sontak, unggahan ini menuai beragam reaksi dari warganet. Banyak netizen yang membagikan pengalaman serupa mengenai sulitnya menagih utang kepada teman maupun kerabat.
Sebagian netizen memberikan dukungan moral kepada Ussy. Mereka menilai bahwa menagih utang adalah tindakan yang wajar karena menyangkut tanggung jawab seseorang, baik di dunia maupun akhirat.
“Teteh punya kewajiban untuk mengingatkannya, karena sekecil apa pun utangnya akan jadi tanggungan di akhirat nanti,” tulis salah satu netizen di kolom komentar.
Diskusi ini pun meluas hingga ke sudut pandang agama. Beberapa warganet turut menyinggung mengenai pahala bagi orang yang memberi pinjaman.
“Kata Ustadz Hanan Attaki, kalau orang hutang sama kita, kita dapat pahala sedekah tiap hari sampai dia bayar,” ungkap warganet lainnya.
Di sisi lain, terdapat pula netizen yang mengaku pernah berada di posisi sebagai pihak yang berutang. Mereka mengakui bahwa beban perasaan tidak enak sering kali menghantui meski waktu sudah berlalu sangat lama.







