News

Pemerintah Berencana Mereaktivasi Bandara Husein Sastranegara untuk Penerbangan Komersial

13
×

Pemerintah Berencana Mereaktivasi Bandara Husein Sastranegara untuk Penerbangan Komersial

Sebarkan artikel ini
d6267affc4c8018e18b5ed794b2410a4.jpg
d6267affc4c8018e18b5ed794b2410a4.jpg

Bandung – Pemerintah Kota Bandung mulai mematangkan rencana reaktivasi Bandara Husein Sastranegara menyusul instruksi Presiden Prabowo Subianto. Langkah ini diambil sebagai upaya mengembalikan peran strategis bandara tersebut dalam menggerakkan roda ekonomi daerah yang sempat melambat pasca-pemindahan penerbangan komersial ke Bandara Kertajati, Majalengka.

Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, mengungkapkan bahwa instruksi tersebut datang langsung dari Presiden Prabowo usai kunjungan kerja ke Bandung pada 25 Mei 2026. Dalam arahannya, Presiden meminta Bandara Husein dan Bandara Adi Sucipto di Yogyakarta diaktifkan kembali secara simultan guna mendukung pertumbuhan ekonomi wilayah.

Farhan menjelaskan bahwa pihaknya saat ini fokus menyiapkan infrastruktur penunjang, terutama aksesibilitas. Salah satu prioritas utama adalah penyelesaian proyek Jalan Layang Nurtanio yang diproyeksikan mampu mengurai kepadatan lalu lintas di sekitar area bandara, baik dari arah barat maupun timur Kota Bandung.

Pemerintah Kota Bandung mencatat pada 2019, Bandara Husein berhasil melayani hingga 3,8 juta penumpang, dengan rincian 3 juta penumpang domestik dan 800 ribu penumpang internasional. Data tersebut menjadi tolok ukur target pemerintah dalam memulihkan kejayaan bandara yang saat ini hanya melayani penerbangan terbatas menggunakan pesawat baling-baling.

Terkait nasib Bandara Kertajati di Majalengka, Farhan menegaskan bahwa hal tersebut merupakan ranah sepenuhnya pemerintah pusat karena statusnya sebagai Proyek Strategis Nasional. Pemerintah daerah, lanjutnya, tidak memiliki wewenang untuk menentukan masa depan Kertajati, termasuk opsi pengalihfungsian menjadi pusat pemeliharaan dan overhaul pesawat.

Saat ini, Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) tengah menyusun kajian teknis terkait skema investasi reaktivasi Bandara Husein. Kajian ini melibatkan koordinasi antara pemerintah pusat, pemerintah provinsi, hingga pemerintah kota.

Untuk memenuhi kebutuhan anggaran, pemerintah mempertimbangkan skema pinjaman luar negeri mengingat alokasi APBN tahun 2026 telah berjalan. Farhan berharap perhitungan mengenai sumber pembiayaan serta pembagian porsi investasi ini dapat segera diselesaikan dalam tahun ini.

Rencana reaktivasi ini menjadi angin segar bagi masyarakat dan pelaku usaha yang selama ini kerap mengeluhkan kendala aksesibilitas dan jarak tempuh yang jauh menuju Bandara Kertajati. Dengan diaktifkannya kembali Bandara Husein, diharapkan mobilitas warga dan arus kunjungan ke Kota Bandung dapat kembali meningkat secara signifikan.