Berita

Kemenhut dan Norwegia Ajak Generasi Muda Aktif Jaga Kelestarian Hutan

12
×

Kemenhut dan Norwegia Ajak Generasi Muda Aktif Jaga Kelestarian Hutan

Sebarkan artikel ini

Jakarta – Pemerintah Norwegia memberikan kontribusi pembayaran berbasis hasil senilai 216 juta USD kepada Indonesia. Dana tersebut merupakan bentuk apresiasi atas keberhasilan Indonesia dalam menekan angka deforestasi serta mereduksi emisi sebesar 43,2 juta ton CO2E selama periode 2016-2020.

Penghargaan tersebut diumumkan dalam acara bertajuk “Gema Langkah Alam” yang diselenggarakan Kementerian Kehutanan berkolaborasi dengan Pemerintah Norwegia dan Badan Pengelola Dana Lingkungan Hidup (BPDLH) di Auditorium Dr. Soedjarwo, Jakarta. Kegiatan ini sekaligus memperingati Hari Kebangkitan Nasional ke-118.

Duta Besar Norwegia untuk Indonesia, H.E. Rut Krüger Giverin, menyatakan bahwa pihaknya sangat bangga dapat menjalin kemitraan erat dengan Indonesia. Menurutnya, capaian Indonesia dalam menekan deforestasi telah diakui dunia dan menjadi teladan bagi negara lain.

“Norwegia sangat bangga bermitra erat dengan Indonesia. Prestasi Indonesia menekan angka deforestasi telah diakui dan menjadi contoh nyata bagi dunia. Sebagai bentuk komitmen atas keberhasilan ini, Norwegia telah berkontribusi sebesar 216 juta USD, dan bersama-sama kami berkomitmen penuh untuk melanjutkan kemitraan ini demi mencapai target Indonesia’s FOLU Net Sink 2030,” ujar Rut Krüger Giverin.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Kehutanan, drh. Indra Exploitasia, yang hadir mewakili Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni, menegaskan bahwa momentum Hari Kebangkitan Nasional menjadi pengingat bagi generasi muda untuk lebih peduli terhadap tantangan iklim global.

Indra menekankan bahwa keterlibatan aktif kaum muda sangat krusial dalam upaya pengendalian perubahan iklim, pencegahan kebakaran hutan, hingga perlindungan keanekaragaman hayati.

“Hari ini tantangan generasi muda bukan lagi merebut kemerdekaan, tetapi menjaga masa depan bumi dan lingkungan hidup. Pengendalian perubahan iklim, pengendalian kebakaran hutan, hingga perlindungan keanekaragaman hayati membutuhkan keterlibatan aktif generasi muda sebagai agen perubahan,” ungkap Indra.

Ia menambahkan, di bawah arahan Presiden Prabowo Subianto, sektor kehutanan menjadi pilar utama aksi iklim nasional melalui implementasi FOLU Net Sink 2030. Program ini telah berjalan di 36 provinsi dengan mencakup rehabilitasi hutan dan mangrove, pemulihan gambut, hingga penguatan ekonomi masyarakat.

Indra juga mengungkapkan bahwa dukungan Norwegia melalui skema FOLU Norway Contribution telah melahirkan banyak aksi nyata di lapangan. Ia menyebutkan program tersebut berhasil mendorong terciptanya green jobs, peningkatan kapasitas masyarakat, serta berbagai gerakan penanaman pohon melalui skema small grant.

Acara tersebut turut dimeriahkan dengan peluncuran film pendek berjudul “Merawat Esok”. Film tersebut mendokumentasikan perjuangan para pelaku lapangan dan penerima manfaat dalam menjaga ekosistem hutan, gambut, serta mangrove, sekaligus merefleksikan pentingnya gotong royong dari tingkat akar rumput.