Jakarta – Dominasi dolar Amerika Serikat dalam perdagangan global ternyata tidak menjadikannya mata uang dengan nilai tukar tertinggi di dunia. Berdasarkan laporan Forbes Advisor 2026 yang dirilis Mei lalu, posisi puncak mata uang terkuat justru diduduki oleh dinar Kuwait, yang nilainya melampaui dolar AS secara signifikan.

Peringkat mata uang terkuat dunia didominasi oleh negara-negara di kawasan Timur Tengah yang berbasis pada kekayaan sumber daya minyak dan gas bumi. Dinar Kuwait menempati posisi pertama, disusul oleh dinar Bahrain di urutan kedua, dan rial Oman di posisi ketiga. Keempat adalah dinar Yordania, diikuti oleh pound Inggris di peringkat kelima.

Dolar AS sendiri hanya berada di urutan ke-10 dalam daftar ini. Meskipun menjadi mata uang yang paling banyak diperdagangkan dan berfungsi sebagai cadangan devisa utama bank sentral dunia, nilai dolar AS tetap berada di bawah sembilan mata uang lainnya yang tercatat dalam daftar tersebut.

Di sisi lain, terdapat pula mata uang yang berada di titik terendah dengan nilai tukar yang sangat kecil terhadap dolar AS. Kondisi ini mencerminkan tantangan ekonomi domestik yang cukup berat, mulai dari krisis politik, beban utang luar negeri, hingga inflasi yang tidak terkendali.

Rial Iran menempati posisi sebagai mata uang terlemah di dunia, di mana satu dolar AS setara dengan 1.315.000 rial Iran. Tekanan sanksi ekonomi internasional serta konflik geopolitik yang berkepanjangan menjadi faktor utama keterpurukan nilai tukar mata uang negara tersebut.

Posisi mata uang terlemah berikutnya diisi oleh pound Libanon dan dong Vietnam. Sementara itu, rupiah Indonesia juga tercatat dalam daftar mata uang terlemah dengan nilai tukar 17.420,04 per dolar AS. Pelemahan rupiah ini dipengaruhi oleh kombinasi antara tekanan inflasi serta kekhawatiran terhadap perlambatan ekonomi global.

Selain Iran, Libanon, Vietnam, dan Indonesia, daftar mata uang terlemah juga mencakup kip Laos, som Uzbekistan, franc Guinea, franc Burundi, ariary Madagaskar, dan guarani Paraguay. Secara umum, mata uang di kategori ini rata-rata tertekan oleh ketergantungan pada ekspor komoditas tertentu serta kurangnya stabilitas ekonomi makro.

83175 mtwzykyk00gmmtal3n5kvxmf79fnutdz

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *