Jakarta – Nilai tukar rupiah diprediksi kembali berada dalam tekanan pada perdagangan Senin (18/5/2026). Sentimen negatif dari pasar global serta tingginya permintaan valuta asing di dalam negeri membuat mata uang Garuda berpotensi bergerak fluktuatif di kisaran Rp 17.500 hingga Rp 17.800 per dolar AS.
Kondisi ini tidak terlepas dari penguatan indeks dolar AS yang naik 0,47% ke level 99,28 pada penutupan perdagangan Jumat lalu. Di saat bersamaan, rupiah telah melemah 0,39% ke posisi Rp 17.597 per dolar AS.
Founder Traderindo, Wahyu Laksono, menilai eskalasi konflik di Iran memicu sikap risk-off di pasar global. Investor kini cenderung mengalihkan aset mereka ke instrumen safe haven seperti dolar AS, yang menyebabkan mata uang di pasar negara berkembang termasuk rupiah kurang diminati.
Tekanan terhadap rupiah semakin berat akibat kenaikan harga minyak dunia. Sebagai negara net importir minyak mentah, kondisi ini memberikan beban tambahan pada neraca transaksi berjalan serta fiskal domestik Indonesia.
Di sisi lain, kebijakan suku bunga tinggi Amerika Serikat yang diprediksi bertahan lebih lama atau higher for longer terus memperkuat posisi dolar AS. Inflasi AS yang belum mencapai target bank sentral membuat pasar meyakini The Fed akan menahan suku bunga di level tinggi dalam waktu yang lebih panjang.
“Selisih suku bunga antara dolar AS dan rupiah yang menyempit membuat daya tarik aset berbasis rupiah berkurang,” jelas Wahyu.
Faktor domestik juga turut membayangi pergerakan rupiah, terutama meningkatnya kebutuhan valas dari sektor korporasi untuk pembayaran dividen dan kegiatan impor. Meski demikian, pasar kini menantikan langkah intervensi dari Bank Indonesia guna meredam volatilitas dan menjaga stabilitas nilai tukar.
Saat ini, level Rp 17.500 menjadi batas psikologis krusial yang dipantau ketat oleh pelaku pasar. Pergerakan rupiah di awal pekan depan akan sangat bergantung pada dinamika geopolitik global, fluktuasi harga komoditas minyak, serta respons kebijakan moneter dari otoritas keuangan domestik.














