Jakarta – Perseteruan Dewi Perssik dengan mantan suaminya, Aldi Taher, kembali menjadi sorotan publik setelah pedangdut itu meluapkan kemarahan karena putra angkatnya, Felice Gabriel, terus dibicarakan di ruang publik.
Kemarahan Dewi Perssik dipicu viralnya potongan video di media sosial TikTok. Dalam video tersebut, Aldi Taher menyebut Gabriel sebagai “anaknya” dan seolah menempatkan dirinya memiliki peran besar sebagai ayah dalam kehidupan sang anak. Pernyataan itu kemudian memancing beragam komentar warganet hingga memunculkan spekulasi yang dinilai sudah melampaui batas.
Merasa kehidupan pribadinya terusik, Dewi Perssik akhirnya buka suara lewat unggahan di akun Instagram pribadinya. Ia menegaskan tetap menghargai perhatian dan kasih sayang Aldi terhadap Gabriel.
“Aku menghargai kalau kamu sayang pada Gabriel, Mas Aldi Taher, tapi jangan membuat pernyataan di publik seolah kamu hadir dan berperan sebagai ayah selama ini,” kata Dewi Perssik di Instagram, Sabtu 16 Mei 2026.
“Karena itu tidak sesuai kenyataan. Anak bukan bahan pencitraan atau konsumsi sosial media,” tambahnya.
Penyanyi “Goyang Gergaji” itu juga meluruskan narasi yang berkembang di media sosial. Menurutnya, keberadaan Gabriel dalam hidupnya sudah ada jauh sebelum dirinya mengenal Aldi Taher. Karena itu, ia merasa tidak nyaman ketika fakta yang sebenarnya menjadi kabur akibat pernyataan yang beredar di publik.
Bagi Dewi Perssik, persoalan ini bukan sekadar perdebatan biasa di media sosial. Ia mengaku khawatir dampak komentar dan opini liar tersebut dapat memengaruhi kondisi psikologis anaknya. Dewi Perssik pun meminta publik lebih berhati-hati ketika membicarakan anak di ruang terbuka.
“Tidak semua hal tentang anak saya pantas dijadikan komentar. Anak saya bukan bahan narasi untuk siapa pun. Empati itu penting, apalagi menyangkut anak,” tutur Dewi Perssik.
Kekesalan Dewi Perssik semakin memuncak ketika banyak netizen ikut membahas status Gabriel sebagai anak angkat. Menurutnya, isu tersebut seharusnya tidak dijadikan bahan gunjingan karena menyangkut privasi keluarga dan perasaan seorang anak.
“Saya saja ibunya yang merawat dari kecil tidak pernah bilang anak adopsi atau angkat. Ini mulut manusia yang katanya dewasa dan beriman, kok kayak orang tidak berpendidikan dan tidak berempati,” ucapnya.







