Ecozone

Saham Bank Besar Kompak Menguat Sepekan, Simak Pendorong dan Rekomendasinya

36
×

Saham Bank Besar Kompak Menguat Sepekan, Simak Pendorong dan Rekomendasinya

Sebarkan artikel ini
d2729302784d75154af807f0c1575647.jpg
d2729302784d75154af807f0c1575647.jpg

Jakarta – Saham-saham perbankan berkapitalisasi besar atau big banks menjadi penopang utama pasar modal di tengah fluktuasi Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sepanjang pekan ini. Meskipun indeks acuan sempat tertekan pada penutupan perdagangan Jumat (8/5/2026) di level 6.968,4, performa mingguan saham perbankan justru menunjukkan tren penguatan yang melampaui kinerja IHSG.

PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) memimpin kenaikan dengan melesat 9,03% dalam sepekan ke level Rp 3.260. Disusul oleh PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) yang menguat 5,56% menjadi Rp 6.175, PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) naik 5,47% ke posisi Rp 4.630, serta PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) yang tumbuh 3,76% ke level Rp 3.860.

Investment Analyst Infovesta Utama, Ekky Topan, menilai lonjakan harga saham sektor perbankan saat ini merupakan bentuk pemulihan teknis atau technical rebound. Kondisi ini dipicu oleh meredanya tekanan inflasi akibat penurunan harga minyak dunia serta antusiasme investor menjelang musim pembagian dividen.

Ekky menambahkan bahwa valuasi saham perbankan yang sempat terkoreksi dalam membuat sektor ini dinilai murah dan menarik untuk diakumulasi. Kondisi tersebut memberikan ruang bagi saham perbankan untuk bangkit lebih cepat dibandingkan sektor lainnya saat sentimen positif kembali mengalir.

Kendati demikian, investor diminta tetap waspada terhadap risiko domestik yang membayangi. Ekky menyoroti kekhawatiran pelaku pasar asing terkait arah kebijakan pembiayaan program pemerintah, seperti Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Kopdes, yang masih menjadi faktor penekan persepsi pasar.

Di antara jajaran big banks, Ekky menjagokan BBNI sebagai pilihan utama. Ia menilai secara teknikal, BBNI menunjukkan perbaikan struktur harga dengan pola higher high yang potensial berlanjut.

Dengan valuasi yang relatif lebih terjangkau dibandingkan perbankan besar lainnya, BBNI diproyeksikan memiliki target harga di kisaran Rp 4.300 hingga Rp 4.400 dalam jangka pendek hingga menengah. Investor disarankan menggunakan strategi buy on weakness selama momentum pemulihan masih terjaga.