Jakarta – BP Badan Usaha Milik Negara (BUMN) menyatakan dukungan penuh terhadap percepatan transformasi LKBN ANTARA agar lembaga tersebut semakin kuat sebagai pemain utama dalam ekosistem informasi nasional.

Dukungan itu disampaikan Kepala BP BUMN Dony Oskaria saat menerima Ketua Dewan Pengawas ANTARA Akhmad Munir bersama anggota Dewan Pengawas Wicaksono, Ramadhan Pohan, Adrian Tuswandi, Arie Kristian, serta jajaran direksi, Rabu (22/4/2026) di Jakarta.

Dony menilai perubahan besar memang tidak mudah, tetapi ANTARA memiliki peran strategis yang harus diperkuat di tengah derasnya disrupsi informasi digital.

“Melakukan perubahan yang fundamental itu berat. Kami akan all out mendukung akselerasi ANTARA sebagai aktor ekosistem informasi negara,” ujar Dony.

Ia menegaskan ANTARA memegang fungsi penting sebagai ujung tombak penyampaian informasi pemerintah kepada publik, baik di dalam negeri maupun internasional. Menurut dia, keunggulan ANTARA terletak pada jaringannya yang mampu menjangkau wilayah terpencil, kapasitas yang tidak dimiliki banyak media lain.

Karena itu, Dony meminta marwah ANTARA sebagai kantor berita nasional dijaga dengan baik.

Di tengah perubahan pola konsumsi informasi yang berlangsung cepat, ANTARA dinilai perlu tampil lebih relevan, tangguh, dan adaptif. Dony juga meminta proses akuisisi dan pengumpulan berita daerah tidak melambat.

Ia menilai konten lokal merupakan bagian penting dari identitas ANTARA dan menjadi aset yang harus terus diperkuat.

“Saya berharap ini dieskalasikan, dipercepat, dan jangan berhenti merangkul mengakuisisi berita-berita daerah, karena itu bagian penting dari ANTARA,” kata Dony.

Selain mempertegas fungsi kebangsaan, Dony mendorong ANTARA menyesuaikan diri dengan perilaku masyarakat yang kini semakin bergantung pada platform digital. Menurut dia, penguatan konten digital dan media sosial menjadi langkah penting agar informasi ANTARA lebih menarik, mudah diakses, dan menjangkau audiens yang lebih luas.

Sementara itu, Direktur Utama LKBN ANTARA Benny Siga Butarbutar menjelaskan transformasi perusahaan diarahkan untuk menegaskan posisi ANTARA sebagai sumber berita terpercaya sekaligus rujukan nasional. Ia mengatakan salah satu tujuan utama perubahan ini adalah menjadikan ANTARA sebagai clearing house untuk menghadapi disinformasi.

“Misi transformasi untuk memperkuat posisi pemberitaan ANTARA sebagai rujukan berita terpercaya. Menjadi clearing house untuk disinformasi. Hal tersebut dilakukan dengan penguatan redaksi, akselerasi bisnis, dan internasionalisasi,” ujar Benny.

Benny menambahkan, transformasi juga diperlukan untuk menjaga legitimasi dan relevansi ANTARA di tengah perubahan besar ekosistem informasi nasional. Program tersebut mencakup penguatan kedaulatan informasi di wilayah perbatasan serta pengembangan ekosistem pers daerah agar distribusi informasi lebih merata.

Di sisi lain, ANTARA juga menyiapkan perluasan distribusi berita ke luar negeri dengan mengaktifkan kembali biro internasional. Langkah itu diharapkan memperkuat posisi Indonesia di panggung global melalui arus informasi yang lebih luas dan terarah.

“Salah satunya adalah kami mencanangkan untuk mengaktifkan kembali biro luar negeri sebagai agent data intelligent,” kata Benny.

Ia menyampaikan apresiasi atas dukungan BP BUMN dan berharap peta jalan transformasi ANTARA segera diwujudkan secara konkret. Menurut Benny, dukungan tersebut menjadi modal penting bagi ANTARA untuk mempercepat pembaruan sekaligus memperkuat perannya sebagai kantor berita nasional.

83175 mtwzykyk00gmmtal3n5kvxmf79fnutdz

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *