FENESIA – Indonesia adalah negara yang kaya dengan keanekaragaman hayatinya. Untuk itu, Geopark atau taman bumi ada untuk menjaga keeksitensian kekayaan tersebut.
Istilah geopark adalah singkatan dari “Geological Park” atau dalam bahasa Indonesia memiliki arti sebagai taman geologi atau taman bumi.
Awal geopark berdiri yaitu memiliki tujuan untuk melindungi warisan geologi yang ada di negara-negara Eropa oleh pemerintah pada tahun 2001.
Namun, Setelah itu, Keberadaan UNESCO pun mengembangkan dan memfasilitasi keberadaan geopark di seluruh dunia. UNESCO membentuk organisasi GGN (Global Geopark Network) pada tahun 2004. Hal ini memiliki tujuan agar dapat menampung anggota lebih banyak lagi dari seluruh bagian dunia.
Sedangkan menurut Peraturan Presiden no. 9 tahun 2019 tentang Pengembangan Taman Bumi (Geopark),geopark atau taman bumi memiliki arti sebuah wilayah geografi tunggal atau gabungan, yang memiliki situs warisan geologi dan bentangan alam yang terkait aspek warisan geologi (geoheritage), keragaman geologi (geodiversity), keanekaragaman hayati (biodiversity), dan keragaman buda (cultural diversity).
Pada perpres tersebut, disebutkan juga fungsi geopark, yaitu:
- Perlindungan keunikan situs geologi keanekaragaman hayati, dan warisan budaya yang terdapat dalam satu kawasan.
- Penelitian, pendidikan, dan pengembangan ilmu pengetahuan.
- Pariwisata dengan penekanan pada geowisata, wisata alam, wisata minat khusus, dan ekowisata untuk perkembangan ekonomi secara berkelanjutan,
- Pemberdayaan masyarakat dalam pemanfaatan potensi geopark.
Geopark tak hanya berfungsi untuk pariwasata ataupun pelestarian alam saja. Geopark juga memiliki kontribusi untuk mendorong capaian tujuan pembangunan berkelanjutan. Seperti, pendidikan berkualitas, kota dan pemukiman yang berkelanjutan, kemitraan untuk mencapai tujuan, dll.
Geopark juga dapat menjadi salah satu strategi untuk mendorong pemulihan ekonomi sosial Indonesia. Sebab, pengembangan geopark berkontribusi dalam pemasukan peluang investasi di berbagai sektor. Seperti, sektor konstruksi, sektor digital dan periklanan, sektor jasa pendidikan, dll.
Adapun 5 destinasi ini yang termasuk dalam UNESCO Global Geopark (UGG), yaitu sebagai berikut.
UGG Batur

UGG ini berada di kawasan Kaldera Gunung Batur di Kabupaten Bangli, Bali. Gunung Batur ini masih aktif dan menghasil beragam
UGG Gunung Sewu

Gunung Sewu berlokasi membentangi tiga kabupaten sekaligus tiga provinsi, yaitu Gunung Kidul, Wonogiri, dan Pacitan. Gunung Sewu tidak hanya terkenal dengan keindahan alamnya, tetapi juga memiliki kekayaan arkeolhi kebudayaan manusia di masa lalu.
UGG Rinjani – Lombok

Kawasan UGG ini mencakup separuh Pulau Lombok bagian utara. Kawasan geopark Rinjani ini sangat diperkaya oleh keragaman flora dan faunanya yang sebagianbesar bersifat endemik.
UGG Ciletuh Palabuhanratu

Geopark Ciletuh ini berada di Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat dan resmi menjadi UGG pada 2018.
UGG Kaldera Toba

Geopark Kaldera Toba adalah kawasan geopark terbaru yang resmi ditetapkan sebagai UGG, lebih tepatnya yaitu pada Sidang ke-209 Dewan Eksekutif UNESCO di Paris, Prancis pada hari Selasa, 2 Juli 2020.
Selain itu, Indunesia juga memiliki 14 Geopark Nasional dan 80 lokasi warisan geologi dan geodiversity di seluruh Indonesia, salah satunya adalah GN Ngarai Sianok – Maninjau dan GN Sawahlunto.
Sementara itu, kementerian Bappenas baru saja meresmikan pembentukan “Indonesia Geopark Youth Forum” yang bertujuan sebagai wadah anak muda pegiat geopark yang akan mewakilli Indonesia dalam The 1st UNESCO Global Geopark Youth Forum pada September 2021, di UGG Jeju Island, Korea Selatan.







