Tokyo – Pemerintah Jepang secara resmi memberikan dukungan terhadap kesepakatan gencatan senjata selama 10 hari antara Israel dan Libanon yang dimediasi oleh Amerika Serikat. Tokyo menilai langkah ini sebagai perkembangan krusial dalam meredam eskalasi konflik yang tengah membara di Timur Tengah.
Deputi Kepala Sekretaris Kabinet Jepang, Masanao Ozaki, menyatakan bahwa pemerintahnya menyambut baik inisiatif tersebut di tengah situasi regional yang masih penuh ketidakpastian. Menurutnya, kesepakatan ini menjadi pijakan awal yang vital untuk menjaga stabilitas dan menciptakan perdamaian yang lebih permanen di kawasan.
“Jepang sangat berharap agar gencatan senjata ini dapat dipertahankan secara konsisten. Langkah ini menjadi upaya penting dalam menurunkan ketegangan yang selama ini melanda kedua negara,” ujar Ozaki dalam konferensi pers di Tokyo, Jumat (17/4/2026).
Kesepakatan penghentian pertempuran selama 10 hari ini diumumkan langsung oleh Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, melalui platform Truth Social. Trump menyatakan bahwa kesepakatan tersebut tercapai setelah dirinya melakukan komunikasi intensif dengan Presiden Libanon, Joseph Aoun, dan Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu.
Gencatan senjata tersebut mulai berlaku efektif pada Kamis malam waktu Beirut dan Tel Aviv. Keputusan ini diambil menyusul serangkaian perundingan intensif yang melibatkan delegasi Israel dan Libanon di Departemen Luar Negeri AS, Washington DC, awal pekan ini.
Kondisi keamanan di Timur Tengah memang mengalami peningkatan ketegangan yang tajam dalam enam pekan terakhir. Eskalasi dipicu oleh serangan AS dan Israel terhadap Iran pada akhir Februari, yang dibalas dengan serangan balik dari Teheran dan Hizbullah. Akibat rangkaian konflik tersebut, lebih dari 2.000 orang dilaporkan tewas dan sekitar satu juta warga terpaksa mengungsi.
Meski gencatan senjata telah dimulai, upaya diplomasi yang lebih luas untuk mendamaikan pihak-pihak terkait, termasuk Amerika Serikat dan Iran, hingga kini belum menunjukkan hasil signifikan. Pemerintah Jepang pun menegaskan komitmennya untuk terus memantau perkembangan situasi dan mendukung setiap langkah yang menuju stabilitas kawasan.







