Jakarta – Survei terbaru Poltracking Indonesia menunjukkan adanya kesenjangan antara popularitas dan tingkat kepuasan publik terhadap program Makan Bergizi Gratis (MBG). Meski tingkat pengetahuan masyarakat terhadap program andalan Presiden Prabowo Subianto ini mencapai 88 persen, tingkat kepuasan publik tercatat masih berada di angka 55,5 persen.
Survei yang dilakukan pada periode 2-8 Maret 2026 ini menyoroti perlunya evaluasi mendalam terkait implementasi program di lapangan.
Peneliti Utama Poltracking Indonesia, Masduri Amrawi, menyatakan bahwa pemerintah perlu segera melakukan komunikasi strategis. Langkah ini dinilai krusial agar penerimaan masyarakat terhadap program MBG dapat meningkat secara signifikan ke depannya.
Selain aspek komunikasi, Masduri menekankan pentingnya pemerintah untuk menindaklanjuti berbagai catatan dan masukan dari masyarakat.
Menurutnya, langkah perbaikan atas masukan tersebut menjadi hal yang paling fundamental. Hal ini diperlukan agar implementasi program MBG ke depan dapat berjalan dengan lebih baik dan efektif.







