Berita

Mendag Diversifikasi Impor, Antisipasi Gangguan Pasokan Pupuk Nasional

59
×

Mendag Diversifikasi Impor, Antisipasi Gangguan Pasokan Pupuk Nasional

Sebarkan artikel ini
perang-berkepanjangan-bisa-ganggu-perdagangan,-ini-antisipasi-mendag
perang berkepanjangan bisa ganggu perdagangan, ini antisipasi mendag

Jakarta – Pemerintah telah mengantisipasi potensi gangguan pasokan bahan baku pupuk. Hal ini ditegaskan Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso di tengah dinamika perdagangan global.

Fokus pemerintah adalah menjaga stabilitas pasokan dalam negeri. Salah satu caranya dengan diversifikasi sumber impor bahan baku.

“Kita sudah antisipasi untuk bahan baku misalnya. Jadi, terutama yang impor, kita cari alternatif pasar atau barangnya,” kata Budi, Jumat.

Langkah pengalihan sumber impor telah disiapkan. Ini dilakukan jika ada hambatan pasokan dari negara tertentu.

Selama ini, Indonesia banyak mengimpor komoditas strategis. Termasuk energi dan bahan baku industri dari Timur Tengah dan Eurasia.

Untuk pupuk, pasokan diperoleh dari Eropa Timur dan Asia Tengah. Negara-negara seperti Kazakhstan dan Uzbekistan menjadi sumber utama.

Jika terjadi gangguan distribusi global, sumber impor dapat dialihkan. Negara lain dengan komoditas serupa akan menjadi alternatif.

“Sebenarnya kita impor pupuk dari Eropa Timur cukup banyak, seperti dari Kazakhstan, Uzbekistan, dan negara-negara Eurasia lainnya. Itu bisa dialihkan,” jelasnya.

Hingga kini, belum ada laporan kesulitan pasokan dari BUMN. Ini menjadi indikator bahwa kondisi pasokan masih terkendali.

Pemerintah terus memantau perkembangan perdagangan global. Persaingan mendapatkan bahan baku pupuk di pasar internasional semakin ketat.

Diversifikasi sumber impor diharapkan menjaga stabilitas ketersediaan pupuk nasional.

“Sampai sekarang belum ada laporan dari pihak BUMN. Artinya, belum ada keluhan kepada kami,” imbuh Budi.