Jakarta – Rupiah menguat terhadap dolar AS pada perdagangan Rabu (25/3/2026). Ini menjadi hari pertama perdagangan setelah libur Lebaran.
Rupiah ditutup pada level Rp16.905 per dolar AS. Menguat 0,41%.
Data ini berdasarkan data Refinitiv.
Penguatan rupiah dipengaruhi faktor eksternal. Terutama pelemahan dolar AS secara global.
Indeks dolar AS tertekan laporan potensi perundingan AS dengan Iran. Tujuannya mengakhiri konflik.
Presiden AS Donald Trump juga menyebut Iran menunjukkan sinyal positif dalam negosiasi energi di Selat Hormuz.
Washington juga disebut mendorong gencatan senjata sementara untuk membuka negosiasi dengan Iran.
Harapan meredanya konflik menekan harga minyak. Ini memberi kelegaan bagi pasar yang khawatir inflasi dan kenaikan suku bunga.
Namun, pasar belum sepenuhnya tenang. Iran membantah negosiasi langsung dengan AS. Sejumlah negara Teluk juga dikabarkan siap terlibat lebih jauh dalam konflik.
Pasar juga mencermati arah kebijakan moneter AS. Gubernur The Fed Michael Barr mengatakan The Fed mungkin perlu mempertahankan suku bunga tinggi untuk meredam inflasi.







