Jakarta – Kenaikan harga ponsel pintar memicu urgensi bagi pengguna untuk meningkatkan perawatan perangkat agar tetap awet dan berfungsi optimal.
Kesehatan baterai menjadi aspek krusial dalam menjaga performa ponsel agar tidak menurun meski telah digunakan selama bertahun-tahun.
Meski penurunan kapasitas sel lithium-ion merupakan proses kimia alami, Google dan Apple telah merilis panduan resmi untuk memperlambat degradasi tersebut.
Langkah pertama yang paling mendasar adalah penggunaan pengisi daya resmi atau adaptor bawaan pabrik.
Kedua raksasa teknologi ini menegaskan bahwa penggunaan aksesori tidak bersertifikasi berisiko merusak komponen internal dan memperpendek masa pakai baterai.
Pengguna juga diimbau untuk menghindari paparan suhu ekstrem karena panas berlebih adalah musuh utama baterai.
Apple menyarankan agar perangkat dioperasikan pada suhu ideal antara 16 hingga 22 derajat Celsius untuk menjaga stabilitas sistem.
Paparan suhu di atas 35 derajat Celsius terbukti dapat merusak kapasitas baterai secara permanen sekaligus mengurangi durasi pakainya.
Selain suhu, kebiasaan mengisi daya hingga penuh 100 persen secara terus-menerus sebaiknya dihindari.
Para ahli menyarankan agar level baterai tetap terjaga di rentang ideal 20 hingga 80 persen guna mengurangi tekanan pada sel baterai.
Guna membantu pengguna, sebagian besar ponsel modern kini telah dilengkapi fitur pengisian daya cerdas yang mampu mempelajari pola penggunaan pemiliknya.
Sistem akan menahan pengisian daya secara otomatis hingga mendekati waktu perangkat biasanya digunakan oleh pengguna.
Langkah preventif terakhir adalah melepas pelindung atau casing ponsel jika perangkat terasa panas saat sedang diisi daya.
Beberapa jenis casing cenderung memerangkap panas berlebih yang berpotensi menurunkan kualitas baterai secara signifikan.







