BeritaLifeSehat

Mana yang Lebih Baik, Sabun atau Hand Sanitizer?

490
×

Mana yang Lebih Baik, Sabun atau Hand Sanitizer?

Sebarkan artikel ini
cuci tangan
Cuci Tangan dengan Sabun. Foto: Internet

FENESIA – Mencuci tangan adalah suatu hal yang penting, terutama selama pandemi COVID ini. Salah satu cara sederhana untuk membersihkan tangan, yaitu dengan hand sanitizer. Namun, mana yang lebih baik antara sabun atau hand sanitizer?

Feeners, tahu tidak mengapa kita harus sering mencuci tangan?

Tangan merupakan salah satu bagian tubuh yang dapat menjadi sarana penyakit masuk ke tubuh kita. Jika kita tidak sering mencuci tangan dan membiarkan tangan kita setelah menyentuh benda yang tidak dapat dipastikan kebersihannya, artinya kita membiarkan virus,kuman, dan lainnya untuk menyerang tubuh kita.

World Health Organization (WHO) menyatakan bahwa mempraktikkan cuci tangan dengan sabun serta air mengalir adalah cara yang efektif untuk membunuh virus. Selain itu, WHO juga menyarankan untuk menggunakan hand sanitizer jika kita ingin bepergian dan kesulitan untuk mencari air.

Namun, dengan kesederhanaan menggunakan hand sanitizer, apakah efektif untuk membasmi kuman di tangan kita?

Pada dasarnya, sabun dan hand sanitizer memiliki komponen kimia yang sama untuk membunuh atau bahkan melemahkan virus. Namun perbedaannya terletak pada cara kerjanya untuk membasmi virus.

Prinsip Kerja Sabun

cuci tangan
Cuci Tangan dengan Sabun. Foto: Internet

Menurut penelitian di University of New South Wales, Australia, salah satu komponen virus Covid-19 terdiri atas lapisan jaringan lemak bilayer. Sedangkan sabun tersusun atas bagian kepala yang bersifat hidrofilik dan bagian ekor yang bersifat hidrofobik.

Joddy Arya Laksmono, peneliti kimia Lembaga Ilmu Penelitian Indonesia (LIPI), menjelaskan bagaimana kerja sabun saat berhadapan dengan virus di tangan. Sabun dapat mengemulsi kotoran yang ada. Sabun akan membentuk ikatan kimia, yaitu bagian hidrofobik sabun akan mengikat bagian lemak berlapis virus Covid-19. Setelah itu, sabun dapat meleburkan virus hingga mematikannya. Gelembung-gelembung setelah kita mencuci tangan dengan sabun terdiri atas virus yang terleburkan tadi beserta dengan kotorang-kotoran lainnya.

Berbagai pihak medis menyarankan untuk sedapat mungkin mencuci tangan menggunakan sabun dan air mengalir. Walaupun sabun sudah dapat mematikan kuman hanya dalam beberapa detik, tetapi kita disarankan untuk mencuci tangan dengan sabun selama 20 hingga 60 detik agar lebih optimal.

Prinsip Kerja Hand Sanitizer

cuci tangan
Cuci Tangan dengan Hand Sanitizer. Foto: internet

Hand Sanitizer yang disarankan untuk digunakan yaitu memiliki minimal 60% hingga 70% kandungan alkohol. Namun, apabila dibiarkan terbuka di ruangan terbuka dalam waktu yang lama, alkohol dapat menguap dan konsentrasi alkoholnya dapat berkurang.

Kelebihan dari hand sanitizer sendiri yaitu penggunaannya yang fleksibel. Selain itu, WHO menyarankan untuk menggunakan hand sanitizer minimal 10 detik. Namun, akan sia-sia saja apabila kita tidak mengunakannya dalam volume yang cukup.

Feeners, meskipun kedua cara membersihkan tangan tersebut tepat untuk dilakukan, alangkah lebih baiknya jika kita mengutamakan pengunaan sabun dengan air bersih yang mengalir. Hand sanitizer hanya untuk alternatif jika kita tidak kesulitan untuk menemukan sabun dan air bersih mengalir.