Jakarta – Momentum menjelang Idul Fitri menjadi periode krusial bagi kalender digital Indonesia. Lonjakan permintaan memberikan tekanan pada sistem TI perusahaan secara real-time.
Jutaan masyarakat menyelesaikan transaksi di berbagai platform. Mulai dari e-commerce, perbankan digital, hingga layanan perjalanan.
Pada Februari 2026, transaksi digital meningkat 133%. Ini mencerminkan akselerasi permintaan menjelang Lebaran.
Angka ini menandai perubahan fundamental. Platform digital bukan lagi sekadar kanal pertumbuhan, melainkan infrastruktur inti bisnis.
Periode Lebaran bukan hanya soal lonjakan trafik. Ini juga momen berisiko tinggi bagi performa sistem dan kepercayaan pelanggan.
Kegagalan transaksi atau respons sistem lambat bisa berujung pada hilangnya penjualan dan frustrasi pelanggan.
Technical Manager di ManageEngine, Hanief Bastian, mengatakan periode jelang Lebaran diwarnai lonjakan trafik dan transaksi digital.
“Saat organisasi tak memiliki visibilitas penuh atas lingkungan TI mereka, tim TI akan sulit mendeteksi anomali secara cepat dan mencegah potensi gangguan layanan,” ujarnya, Jumat (20/3/2026).
Tantangan ini kompleks karena skala dan volatilitas permintaan tinggi. Pola trafik bisa berubah drastis dalam hitungan jam.
Banyak organisasi beroperasi dalam lingkungan TI yang kompleks. Infrastruktur hybrid jadi standar baru.
Arsitektur ini menghadirkan tantangan visibilitas yang terfragmentasi. Tim TI berisiko terlambat mendeteksi sinyal awal.
“Di periode puncak seperti menjelang Lebaran, kesenjangan visibilitas ini menjadi salah satu risiko utama,” kata Hanief.
Lonjakan transaksi digital mendorong perusahaan mengubah pendekatan operasional TI. Organisasi beralih ke model proaktif dan berbasis intelligence.
“TI saat ini tidak lagi dipandang sebagai fungsi pendukung di belakang layar, tetapi juga sebagai enabler strategis,” terangnya.
Prioritas strategis meliputi peningkatan visibilitas, beralih ke insight prediktif, skalabilitas operasional melalui otomasi, dan menghubungkan performa TI dengan pengalaman pelanggan.
Periode jelang Lebaran menjadi stress test bagi tingkat kematangan digital perusahaan.
Organisasi yang mampu menjaga uptime dan kelancaran transaksi akan lebih siap. Sebaliknya, yang tidak siap berisiko menghadapi kerugian.
ManageEngine turut berperan membantu organisasi memperkuat monitoring dan visibilitas operasional.
Pertumbuhan ekonomi digital menuntut kesiapan lebih matang. Ekspektasi terhadap layanan digital yang selalu tersedia menjadi standar baru.
“Bagi para pemimpin bisnis, memastikan keandalan sistem bukan lagi prioritas teknis, tetapi juga sebagai agenda strategis,” pungkasnya.







