BeritaEcozoneEkonomi

Elon Musk Resmi Ubah xAI Menjadi SpaceXAI Pasca IPO Fantastis

13
×

Elon Musk Resmi Ubah xAI Menjadi SpaceXAI Pasca IPO Fantastis

Sebarkan artikel ini
xai-resmi-ganti-nama-jadi-spacexai,-luncurkan-logo-baru
xai resmi ganti nama jadi spacexai, luncurkan logo baru

Jakarta – Perusahaan kecerdasan buatan (AI) milik Elon Musk, xAI, telah resmi berganti nama menjadi SpaceXAI. Transformasi ini ditandai dengan peluncuran identitas logo baru serta pembaruan nama akun pengguna di platform X.

Perubahan tersebut merupakan tindak lanjut dari akuisisi xAI oleh perusahaan antariksa milik Musk, SpaceX, pada awal tahun ini. Proses akuisisi yang rampung pada Februari lalu itu mencakup platform media sosial X serta chatbot Grok.

Langkah ini sekaligus menyatukan seluruh lini bisnis kedirgantaraan, kecerdasan buatan, dan media sosial milik Elon Musk ke dalam satu payung perusahaan.

Sebagai bagian dari peresmian tersebut, akun resmi xAI di platform X kini telah berubah menjadi @SpaceXAI. Pengelola akun turut mengunggah video pendek yang memperlihatkan transisi grafis logo lama xAI yang kemudian melebur menjadi logo baru SpaceXAI.

Merujuk pada laporan Business Insider, Selasa (7/7), langkah rebranding ini dilakukan menyusul aksi korporasi besar SpaceX yang telah melaksanakan penawaran umum perdana (IPO). SpaceX mencatatkan sejarah sebagai perusahaan dengan nilai IPO terbesar sepanjang masa usai berhasil mengumpulkan dana sebesar US$75 miliar.

Saat ini, valuasi perusahaan tersebut telah menembus angka sekitar US$1,77 triliun. Pencapaian fantastis itu sempat mengantarkan Elon Musk menjadi triliuner pertama di dunia.

Meskipun SpaceX selama ini lebih dikenal melalui ambisi roket dan penjelajahan ruang angkasa, dokumen IPO perusahaan mengungkapkan besarnya investasi yang digelontorkan untuk sektor AI. Pada 2025, pengeluaran modal SpaceX untuk pengembangan AI tercatat mencapai US$12,7 miliar.

Angka tersebut tiga kali lipat lebih besar dibandingkan anggaran yang dialokasikan untuk sektor luar angkasa dan konektivitas, termasuk layanan internet satelit Starlink.

Walaupun divisi AI saat ini masih mencatatkan kerugian bersih, SpaceX tetap optimistis sektor ini memiliki potensi pertumbuhan yang sangat besar. Mereka bahkan menyebut bahwa total potensi pasar di bidang AI merupakan yang terbesar dalam sejarah umat manusia.

Sebagai langkah pengembangan ke depan, SpaceX berencana meluncurkan satelit komputasi AI atau pusat data di luar angkasa paling cepat pada 2028.

Di sisi lain, SpaceX telah berhasil mengamankan sejumlah kontrak infrastruktur AI dengan nilai yang fantastis. Anthropic sepakat untuk membayar SpaceX sebesar US$1,25 miliar per bulan guna menyewa daya komputasi di pusat data Colossus milik perusahaan.

Selain itu, Google juga telah menyetujui kontrak senilai US$920 juta per bulan untuk memanfaatkan fasilitas pusat data yang sama.

159abd505e68ba3fc381a6179a6d01f5.jpg
Berita

Ringkasan Berita: Neymar lebih dulu mengakhiri perjalanan Brasil usai kalah dari Norwegia pada babak 16 besar Sehari kemudian, Cristiano Ronaldo menyusul setelah Portugal disingkirkan Spanyol Dua legenda sepak bola itu sama-sama menutup kisah Piala Dunia tanpa trofi juara TRIBUNNEWS.COM – Dua hari beruntun menghadirkan kisah pilu di Piala Dunia 2026 setelah Neymar dan Cristiano Ronaldo sama-sama gagal mengantar negaranya melangkah ke perempat…