Berita

Waspada! BMKG Prediksi Puncak Musim Hujan Landa Indonesia

90
×

Waspada! BMKG Prediksi Puncak Musim Hujan Landa Indonesia

Sebarkan artikel ini
waspada!-hujan-ekstrem-ancam-ri-hingga-februari-2026,-bmkg-ungkap-penyebabnya
waspada! hujan ekstrem ancam ri hingga februari 2026, bmkg ungkap penyebabnya

Jakarta – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memperingatkan masyarakat untuk waspada terhadap potensi cuaca ekstrem yang diperkirakan melanda Indonesia. Puncak musim hujan diprediksi terjadi mulai November 2025 hingga Februari 2026.

Curah hujan tinggi berpotensi memicu bencana hidrometeorologi seperti banjir, genangan, dan tanah longsor.

BMKG mengungkapkan, peningkatan curah hujan disebabkan oleh suhu muka laut yang lebih hangat dari biasanya dan aktifnya monsun Asia.

Kepala BMKG, Dwikorita Karnawati menjelaskan, suhu muka laut di perairan Indonesia saat ini lebih tinggi 0,5 hingga 3 derajat Celsius dari normal. Kondisi ini memicu penguapan dan pembentukan awan hujan.

Monsun Asia yang membawa massa udara lembap dari Samudra Hindia juga memperparah kondisi cuaca.

“Puncak musim hujan dimulai November ini dan akan berlangsung hingga Februari,” kata Dwikorita, menekankan perlunya kewaspadaan tinggi di daerah rawan bencana.

BMKG juga mendeteksi fenomena La Niña lemah sejak Oktober 2025 yang diperkirakan bertahan hingga Maret 2026. Kondisi ini berpotensi memperpanjang musim hujan di sejumlah wilayah.

Sejumlah wilayah seperti Jawa bagian barat dan tengah, Sumatra bagian barat, serta Kalimantan bagian barat paling berpotensi mengalami curah hujan ekstrem.

Sementara itu, Bali, Nusa Tenggara Barat, dan Nusa Tenggara Timur diperkirakan mencapai puncak hujan pada Januari hingga Februari 2026.

Curah hujan paling intens diprediksi terjadi antara Desember 2025 hingga Januari 2026, terutama di wilayah padat penduduk seperti Pulau Jawa.

Hingga akhir Oktober 2025, sebanyak 43,8 persen wilayah Indonesia atau setara dengan 306 zona musim telah memasuki periode musim hujan.