Jakarta – Konsep Presisi yang digagas Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo dinilai membawa angin segar bagi institusi Polri. Transformasi ini mendapat apresiasi karena meningkatkan kepercayaan publik.

Direktur Eksekutif CISA, Herry Mendrofa, menyatakan Polri mengalami perubahan signifikan dalam beberapa tahun terakhir.

“Kapolri mengambil langkah konkret untuk meningkatkan kualitas pelayanan publik, memperkuat integritas, dan meningkatkan kepercayaan masyarakat,” ujar Herry, Sabtu (29/11/2025).

Salah satu langkah transformatif adalah pembentukan tim reformasi Polri pada September 2025. Tim ini beranggotakan 52 perwira tinggi dan menengah. Mereka bertugas memperkuat akuntabilitas dan responsibilitas kepolisian.

Modernisasi pelayanan menjadi fokus utama. SIM dan SKCK online, tilang elektronik, serta kanal pengaduan berbasis teknologi, kini hadir untuk memudahkan masyarakat.

Herry menambahkan, modernisasi ini bertujuan meningkatkan efisiensi dan efektivitas pelayanan.

Penguatan integritas juga menjadi perhatian Kapolri. Salah satunya dengan memimpin prosesi Renungan nilai-nilai ksatria Bhayangkara.

Polri juga menunjukkan komitmen dalam pemberantasan narkoba. Sepanjang tahun 2025, Polri mengungkap 49.306 kasus narkoba, menangkap 65.572 tersangka, dan menyita 214,84 ton narkotika.

“Hal ini menunjukkan komitmen Polri dalam memberantas kejahatan narkoba dan meningkatkan keamanan masyarakat,” tegasnya.

Konsep society policing dinilai sebagai terobosan yang mendorong perubahan kultural di tubuh Polri. Tujuannya adalah menyatukan semangat dan perjuangan menjaga ketertiban dan keamanan bersama masyarakat.

Herry berharap Kapolri terus membawa Polri menjadi lebih profesional, modern, dan humanis. Ia juga berharap kepercayaan masyarakat terhadap institusi kepolisian terus meningkat.

83175 mtwzykyk00gmmtal3n5kvxmf79fnutdz

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *