Jakarta – TNI Angkatan Laut (TNI AL) melalui Pusat Teritorial Angkatan Laut (Pusteral) berkolaborasi dengan FKS Group untuk meningkatkan kemandirian ekonomi masyarakat pesisir. Upaya ini diwujudkan melalui pelatihan pengolahan hasil laut dan kedelai bagi pelaku UMKM.
Program ini bertujuan memberikan nilai tambah pada produk lokal serta membuka peluang ekonomi yang berkelanjutan. Inisiatif tersebut dinilai krusial mengingat potensi maritim Indonesia yang besar selama ini masih banyak dipasarkan dalam bentuk mentah.
Komandan Pusteral, Laksma A. Agung Pryo Suseno, menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan wujud komitmen TNI AL dalam memberdayakan masyarakat pesisir. Menurutnya, penguatan kapasitas pengolahan produk sangat penting untuk meningkatkan daya saing dan mendukung ketahanan pangan nasional.
“TNI Angkatan Laut tidak hanya berfokus pada pertahanan wilayah maritim, tetapi juga berkomitmen untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir. Kami mendorong masyarakat agar mampu mengolah potensi hasil laut dan kedelai secara mandiri dan berkelanjutan,” ujar Laksma A. Agung, Sabtu (11/4/2026).
Pelatihan ini merupakan bagian dari Sosialisasi Pengolahan Hasil Laut Tahun Anggaran 2026 sebagai implementasi pembinaan potensi maritim (Binpotmar). Rangkaian kegiatan telah dilaksanakan di Lanal Cilacap pada 7 April 2026 dan Lanal Tegal pada 9 April 2026.
Sebanyak lebih dari 300 pelaku UMKM dan masyarakat pesisir terlibat dalam program ini. Para peserta mendapatkan pembekalan teori dan praktik, mulai dari demo masak, teknik pengolahan hasil laut, hingga pengembangan produk turunan kedelai sebagai alternatif sumber gizi.
Jakarta – TNI Angkatan Laut (TNI AL) melalui Pusat Teritorial Angkatan Laut (Pusteral) berkolaborasi dengan FKS Group untuk meningkatkan kemandirian ekonomi masyarakat pesisir. Kerja sama ini diwujudkan melalui pelatihan pengolahan hasil laut dan kedelai bagi pelaku UMKM.
Program ini bertujuan membekali masyarakat dengan keterampilan praktis guna memberikan nilai tambah pada produk lokal. Langkah tersebut diharapkan mampu membuka peluang ekonomi yang berkelanjutan bagi warga di wilayah pesisir.
Inisiatif ini dinilai krusial mengingat potensi maritim Indonesia yang besar, namun selama ini masih banyak dipasarkan dalam bentuk mentah. Selain hasil laut, penguatan kapasitas pengolahan produk berbasis kedelai juga menjadi fokus untuk mendukung ketahanan pangan nasional.
Komandan Pusteral, Laksma A. Agung Pryo Suseno, menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan wujud nyata komitmen TNI AL dalam memberdayakan masyarakat pesisir.
“TNI Angkatan Laut tidak hanya berfokus pada pertahanan wilayah maritim, tetapi juga berkomitmen untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir,” ujar Laksma A. Agung, Sabtu (11/4/2026).
Ia menambahkan, melalui kolaborasi ini, masyarakat didorong untuk mengolah potensi hasil laut dan kedelai secara mandiri. Hal ini diharapkan dapat memperkuat ketahanan ekonomi sekaligus ketahanan wilayah.
Pelatihan ini merupakan bagian dari Sosialisasi Pengolahan Hasil Laut Tahun Anggaran 2026 sebagai implementasi pembinaan potensi maritim (Binpotmar). Kegiatan telah dilaksanakan di Lanal Cilacap pada 7 April 2026 dan Lanal Tegal pada 9 April 2026.
Sebanyak lebih dari 300 pelaku UMKM dan masyarakat pesisir terlibat dalam program ini. Para peserta mendapatkan pembekalan teori dan praktik, mulai dari demo masak, teknik pengolahan hasil laut, hingga pengembangan produk turunan kedelai sebagai alternatif sumber gizi.













