Wamena – Kementerian Kesehatan tengah mengkaji rencana pembangunan rumah sakit milik Pemerintah Provinsi Papua Pegunungan di Wamena, Kabupaten Jayawijaya.
Fasilitas ini diproyeksikan menjadi pusat rujukan utama bagi masyarakat dari delapan kabupaten di provinsi tersebut.
Direktur Pelayanan Klinis Kementerian Kesehatan, Obrin Parulin, menegaskan pembangunan rumah sakit ini menjadi prioritas pemerintah dalam memeratakan akses layanan kesehatan di wilayah pegunungan Papua.
“Rumah sakit Provinsi Papua Pegunungan menjadi fokus kami dalam membantu meningkatkan pemerataan pelayanan kesehatan di seluruh Indonesia,” ujar Obrin di Wamena, Sabtu.
Saat ini, pemerintah sedang merampungkan kajian teknis sebagai dasar realisasi pembangunan fasilitas kesehatan tersebut.
Obrin menjelaskan, Pemerintah Provinsi Papua Pegunungan hingga kini belum memiliki rumah sakit mandiri.
Seluruh rumah sakit yang beroperasi di wilayah tersebut saat ini masih berstatus sebagai fasilitas milik pemerintah kabupaten.
Menurut Obrin, keberadaan rumah sakit provinsi sangat krusial untuk menangani kasus medis yang tidak dapat diselesaikan di tingkat kabupaten.
Data Kemenkes menunjukkan rumah sakit kabupaten rata-rata baru mampu menangani 70 hingga 75 persen kasus penyakit.
Sebanyak 20 hingga 25 persen kasus sisanya membutuhkan fasilitas, peralatan, serta tenaga medis dengan spesialisasi lebih kompleks.
Rumah sakit provinsi nantinya akan difungsikan sebagai pusat rujukan bagi pasien dengan kondisi penyakit berat.
Kehadiran fasilitas ini diharapkan mampu memangkas waktu tunggu penanganan medis bagi masyarakat setempat.
Pasien dari delapan kabupaten tidak perlu lagi menempuh perjalanan jauh ke luar provinsi untuk mendapatkan layanan kesehatan lanjutan.
Pembangunan rumah sakit ini juga akan memperkuat sistem rujukan berjenjang yang lebih efektif bagi masyarakat di wilayah pegunungan Papua.







