Berita

Tim SAR Temukan Serpihan ATR 42-500 di Gunung Bulusaraung

84
×

Tim SAR Temukan Serpihan ATR 42-500 di Gunung Bulusaraung

Sebarkan artikel ini
pengamat-penerbangan-pertanyakan-mengapa-pesawat-atr-42-500-bisa-keluar-jalur
pengamat penerbangan pertanyakan mengapa pesawat atr 42 500 bisa keluar jalur

Jakarta – Pesawat ATR 42-500 milik Indonesia Air Transport (IAT) dengan registrasi PK-THT dilaporkan hilang kontak di Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan, Sabtu (17/1/2026).

Tim SAR gabungan menemukan serpihan badan pesawat kurang dari 24 jam setelah laporan hilang.

Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan (Kemenhub), Lukman F Laisa, menyatakan serpihan pesawat ditemukan di Gunung Bulusaraung, perbatasan Kabupaten Maros dan Kabupaten Pangkajene Kepulauan (Pangkep).

Lokasi penemuan berjarak sekitar 26,49 kilometer dari Bandar Udara Internasional Sultan Hasanuddin, Makassar.

“Penemuan serpihan pesawat dilakukan pada Ahad pagi melalui operasi pencarian terpadu yang mengombinasikan pencarian darat dan udara,” ujar Lukman.

TNI Angkatan Udara mengerahkan drone dan helikopter untuk penyisiran.

Pada pukul 07.46 WITA, tim mengidentifikasi serpihan pesawat berupa jendela.

Tiga menit kemudian, ditemukan serpihan besar yang diduga bagian badan pesawat beserta ekornya.

Pengamat penerbangan, Gerry Soejatman, menyebut pesawat keluar jalur instrument approach sebelum hilang kontak dan masuk ke daerah perbukitan.

“Yang butuh diketahui di investigasi, kenapa kok bisa ke sana, dan penanganannya dari crew pesawat maupun ATC bagaimana?” kata Gerry.

Penyebab utama kecelakaan belum bisa dipastikan dan akan diselidiki oleh Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT).

“Masih belum bisa disimpulkan penyebab utamanya. Investigasi KNKT itu memakan waktu sampai 12 bulan. Cockpit voice recorder-nya dan flight data recorder-nya belum diunduh untuk analisa,” jelas Gerry.

Direktorat Jenderal Perhubungan Udara menegaskan belum bisa menyimpulkan penyebab kejadian.