FENESIA – Tagar #SaveKomodo ramai di media sosial terkait dengan pembangunan “Jurassic Park” yang dilakukan di sekitar Taman Nasional Pulau Komodo, Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur.
Netizen prihatin jika pembangunan ini dapat mengganggu kelangsungan hidup dan habitat hewan purba tersebut.
Salah satu keprihatinan soal pembangunan proyek di Taman Nasional Komodo ini disampaikan oleh akun @KawanBaikKomodo.
Sedih! Komodo berhadap2an dengan truk proyek bangunan Wisata Jurassic di Pulau Rinca.
U pertama kalinya Komodo2 ini mendengar deru mesin2 mobil dan menghirup bau asapnya. Akan spt apa dampak proyek2 ini ke depannya? Masih adakah yg peduli dg konservasi?
(Photo supplied) pic.twitter.com/ph7Ulj7lnA
— Kawan Baik Komodo (@KawanBaikKomodo) October 23, 2020
Akun ini juga menyuarakan penolakan warga sekitar untuk dipindahkan dari pulau tersebut yang akan dijadikan kawasan wisata premium.
Thn 2019 warga desa Komodo berjuang menentang rencana pemerintah memindahkan mereka dr P Komodo sbg bagian dr proyek Wisata Premium. Mereka kuat, pemerintah mundur. Tp 151,9 ha bekas kebun mereka (sblm 1980) di L Liang TETAP diserahkan ke PT KWE dan Komodo tetap jd zona ekslusif. pic.twitter.com/UpQ3ZnxYSS
— Kawan Baik Komodo (@KawanBaikKomodo) October 25, 2020
Tak hanya itu, netizen bahkan sampai membuat petisi yang berisikan penolakan pembangunan daerah wisata premium di Pulau Rinca untuk menarik dukungan dari masyarakat lainnya di Change.org.
Petisi tersebut ditujukan kepada Presiden Joko Widodo untuk menolak pembukaan lahan di Taman Nasional Komodo. Hingga tulisan dibuat, petisi yang dibuat oleh Indo Flashlight itu sudah ditandatangani lebih dari 340 ribu orang.
Dikutip dari laman petisi tersebut.”Kami Masyarakat Indonesia meminta kembalikan lahan ini, kami mohon perintahkan kepada Pemda untuk pemutusan izin INVESTOR ASING (Swasta) di kawsan Taman Nasional Pulau Komodo,” seperti dikutip dari laman petisi tersebut.







